Kisah Mutahir Pedagang Nasi Kucing Di Situbondo Yang Ingin Punya Sepeda Motor

| |

Kisah Mutahir Pedagang Nasi Kucing Di Situbondo Yang Ingin Punya Sepeda Motor

SITUBONDO ( Miris.id ) – melihat Sosok Mutahir Warga Dusun Barat Kebun RT 02 RW 01 Desa Wringin Anom Kecamatan Panarukan seorang pedagang Nasi Kucing dengan Ber sepeda Ontel keliling Kota Situbondo.

Sudah lebih 5 Tahun dirinya menjual Nasi Kucing dengan mengayun Sepeda Ontel dari sore Pukul 16:00 WIB (Jam Empat Sore) sampai Jam 02:00 WIB ( Jam 2 Pagi ) dia ayunkan Kaki dengan Sepeda Ontel miliknya menjual Nasi Kucing.

” Sudah lebih 5 Tahun nak saya jualan Nasi Kucing, dari Harga Rp. 1000,- Seribu Rupiah sampai saat ini naik menjadi Rp. 2.000,” Dua Ribu Rupiah Per Bungkus,” Ujar pemilik Teriakan Nasi Kucing ini.

Tak hanya itu setelah Jualan dia kembali mengayunkan Sepedanya Menuju Pasar Senggol Jam 03:00 WIB ( Jam 3 Pagi ) untuk Mengambil 2 / 3 Bak Tahu untuk dia jual di Pagi Hari.

” Kadang saya kembali sampai 2 kali ke Pasar Senggol untuk Mengambil Tahu karena kalau pakai sepeda Ontel iya bisanya hanya 2 Bak saja kalau 3 bak harus kembali 2 kali, karena paginya saya harus menjual Tahu mentah keliling daerah Wringin Anom kalau sore sampai malam baru nasi Kucing,” Jelasnya.

Kerja keras Mutahir selama 5 Tahun tak mampu membeli Sepeda Motor karena penghasilan hanya cukup dibuat makan dan dibuat berjualan lagi, meskipun keinginannya memiliki Sepeda motor agar lebih mudah berjualan keliling Kota dan Desa yang berada Di kabupaten Situbondo.

” Kalau keinginan itu pasti ada, tapi kalau tidak mampu iya masak mau dipaksa nak, saya ada untuk makan sehari – hari saja itu sudah Alhamdulillah, dan saya juga bersyukur keluarga saya menerima apapun ,” Kata Mutahir Seraya Bersyukur.

Masa Pandemi Covid-19, dirinya sempat tak berjualan di karenakan larangan masuk Gang – gang yang ditutup, tentunya Penghasilan dan rugi karena sudah berjualan pernah dia alami, akan tetapi semangat dan rasa syukur tak mudah dilakukan seperti Mutahir, harapannya semoga Pihak Dinas ataupun Lembaga Sosial bisa membantunya dalam keinginan memiliki sepeda motor meski merk dan Model Lama.

” Semoga saja Pihak Dinas memberikan bantuan ataupun pihak Lembaga Sosial Mas, kalaupun tidak ada tidak apa – apa, kalau ada saya bersyukur sekali meskipun sepeda motor Merk Lama pun syukur Alhamdulillah,” Harapnya. ( San )

Previous

Suasana Sholat Jenazah Bupati Dadang Wigiarto Di Pendopo Kabupaten

Penuhi panggilan penyidik Rasid terlapor Video dugaan pengancaman di dampingi kuasa hukum dan puluhan relawan Mulya Abadi

Next

Tinggalkan komentar