Kades Dan Sekdes Paowan Diduga Sindikat Modus Sewa Mobil Karena Dilaporkan Kasus Yang Sama, Benarkah ?

| | ,

Kades Dan Sekdes Paowan Diduga Sindikat Modus Sewa Mobil Karena Dilaporkan Kasus Yang Sama, Benarkah ?

SITUBONDO ( miris.id ) – Paowan Pole Di Episode 47. ternyata, sebelum Pelaporan terhadap Kepala Desa Paowan Saiful Hadi S,Pd oleh Purnawirawan Polri Atas Dugaan Penipuan Dan Penggelapan dengan Modus Sewa mobil lalu digadaikan, Media ini sebelumnya memberitakan Muhamad Faisol S Pd, seorang Sekretaris Desa (Sekdes) Paowan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, dilaporkan warganya, Khairil Kuriah Ariestiawan, atas dugaan perbuatan yang melanggar Pasal 378 KUHP juncto Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Pengaduan sendiri, dilakukan pelapor pada, Senin (25/01/2021) malam, ke Polres Situbondo.

Khairil sendiri, melaporkan oknum pejabat pemerintahan desa itu, terkait dugaan kasus penipuan dan penggelapan mobil sebagaimana yang tertuang dalam berkas nomor LP-B/22/I/RES.1.11/2021/RESKRIM/SPKT Polres Situbondo.

Oknum Sekdes sendiri, sebelumnya juga pernah tersangkut berbagai kasus dugaan lain. Diantaranya, dugaan pungutan liar (Pungli) saat penjaringan Kepala Dusun Bukkolan. Dugaan penyelewengan dana desa (DD/ADD) yang dilaporkan warga Paowan. Dugaan masalah Bantuan Sosial Tunai (BST) hingga dugaan program sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Kesemua dugaan itu, dilaporkan ke pihak Inspektorat Pemkab Situbondo dengan dugaan penyelewengan APBDes dan Non APBDes. Diperoleh informasi, Muhamad Faisol (terduga), diketahui pernah dilengserkan pada Selasa, 26 September 2018 silam, sebagai seorang pejabat di lingkup Pemdes Paowan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo atau desa yang sama.

Sementara terkait dengan dugaan penipuan dan penggelapan mobil, diceritakan korban, berawal ketika pada pertengahan bulan Oktober tahun 2020 lalu, korban bertemu dengan terduga. Dalam pertemuan itu, terjadi kontrak transaksi kesepakatan dalam hal sewa-menyewa mobil dengan harga sewa Rp 250.000 per hari.

Khairil menjelaskan, pada hari Sabtu, tanggal 24 Oktober 2020 lalu, terlapor Muhammad Faisol datang ke rumahnya, di Dusun Nangkaan untuk menyewa mobil. Terlapor bilang, akan menyewa mobil selama 2 hari. Selanjutnya, menambah sampai 10 hari. Setelah 10 hari menyewa, mobil ternyata sudah berpindah tangan. Ternyata, digadaikan ke pihak ke-3.

“ Saya selanjutnya berinisiatif melaporkan kejadian ke Polres Situbondo. Saya laporan ke SPKT dan diterima oleh Briptu Risky Daniarsyah. Selanjutnya, diminta keterangan di Pidum (Pidana Umum) dan dilayani dengan baik,” Tutur korban.

Langkah tegas ini dilakukan, terang korban, karena dari musyawarah dengan pelapor, tidak ada hasilnya. Makanya, kemudian dirinya menempuh jalur hukum.

“ Sesuai dengan pernyataan Muhamad Faisol, yang menyepakati untuk menempuh jalur hukum,” tambahnya.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Situbondo, AKBP Ach Imam Rifai SH SIK M PICT M ISS, melalui Paur Humas, Iptu H Nanang Priyambodo S Sos, saat dikonfirmasi membenarkan jika ada laporan masuk terkait dugaan kasus penggelapan dengan terlapor MF seorang aparatur pemerintah desa.

“ Kemarin Senin Tanggal 25 Januari 2021 memang ada laporan masuk terkait penggelapan sebuah mobil yang dilakukan seorang oknum sekretaris desa dari desa Paowan. Namun, kasus ini masih dalam penyelidikan Sat Reskrim Polres Situbondo,” Tegasnya Secara Singkat.

Sepekan kemudian, Anehnya Giliran Kepala Desa Paowan yang dilaporkan dengan kasus yang sama. dugaan penipuan dan penggelapan Mobil Milik Sugiyanto Warga Jalan Merak RT 01 / RW 03 Kelurahan Patokan Kecamatan Situbondo Kabupaten Situbondo, terhadap Kepala Desa Paowan Kecamatan Panarukan Inisial SH Resmi Dilaporkan.

Menurut keterangan Korban Sugiyanto bahwa terduga pelaku menyewa Mobil Milik nya Dengan Nopol P. 1577 EG Merk Toyota Tipe News Avanza 1,3 G MT, Jenis Mb. Penumpang jenis Minibus, Tahun 2012, Warna Hitam Metalik, Noka MHKM1BA3JCK0972 Nosin DL76819 A.N Pelapor. Pada Bulan Oktober Tahun 2020.

” Awalnya dia menyuruh orang salah satu teman saya katanya mau disewa kepala Desa Paowan dengan alasan masalah Proyek, jadi sejak bulan Oktober 2020 sampai saat ini uang sewa belum dibayar dan mobil sampai saat ini tidak tahu keberadaan nya,” terang Korban.

Korban juga menuturkan bahwa permasalahan ini sebelum melakukan langkah hukum sudah pernah melakukan musyawarah secara kekeluargaan, namun karena tidak ada tanggung jawab terpaksa Korban melaporkan terduga Pelaku (Kades Paowan) ke Rana Hukum.

” Sebelumnya sudah ada mediasi secara kekeluargaan, namun ditunggu – tunggu tidak kunjung ada Tanggung Jawab jadi kami mengambil langkah hukum dengan didampingi bapak Panji Trisno Bramanti dari ( LIN ) Lembaga Investigasi Negara Ke Polres Situbondo,” Katanya.

Sedangkan Saat Dikonfirmasi Panji Trisno Bramanti selaku Pendamping Pelapor dari ( LIN ) Lembaga Investigasi Negara menyampaikan bahwa Kepala Desa Paowan Inisial SH Resmi Dilaporkan ke Polres Situbondo.

” Kami bersama bapak Sugiyanto resmi melaporkan Kepala Desa Paowan Ke SPKT Polres Situbondo, Dalam Surat Tanda Terima Laporan (STTLP) tersebut, yang berisi dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 dan atau 372 KUHP,” Ujarnya.

Laporan ke Polres Situbondo hari ini, diterima oleh Brigadir Bismo Ella Rakhman. Kanit C SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polres Situbondo dengan Surat Tanda Terima Laporan No. LP-B/27/ll/RES, 1.11/2021/RESKRIM/SPKT. Pada Senin (1/2/2021) Sekitar Pukul 16:00 WIB.

Panji Trisno Bramanti menerangkan Kerugian semua Kurang Lebih Rp. 145.000.000,- (seratus Empat Puluh Lima Juta Rupiah) yakni Rp. 120 Juta Rupiah Harga Mobil Milik Korban dan Uang Sewa yang belum terbayar sebesar Rp. 25 Juta Rupiah.

” Kami berharap, setelah laporan resmi ke Polres Situbondo ini dilayangkan, dapat segera ditindaklanjuti proses hukumnya sesuai peraturan perundangan yang berlaku,” Harapnya.

Diketahui Kepala Desa dan Skretaris Desa (Sekdes) Paowan Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo memiliki julukan yang sama yaitu Sakti Mandraguna, dan saat ini juga masih kompak dengan terjerat kasus yang sama yakni Dugaan Penipuan Dan Penggelapan, dari beberapa kasus yang dilaporkan apakah netizen ada yang menduga apakah keduanya memang sindikat Dengan modus Sewa lalu Digadaikan ke Pihak Ke 3 ?,
Kita tunggu di episode 48 Dalam sebuah berita yang berjudul Paowan Pole.

( Agung CH )

Previous

Bus Akas Berpenumpang 14 Orang, Rute Banyuwangi – Surabaya Masuk Jurang Sedalam 20 Meter

Pasca Banjir Lumpur, Camat Ijen Bersama TNI – Polri Bersihkan Lokasi

Next

Tinggalkan komentar