Merasa Diduga Dicemarkan Oleh Media Online Pengurus RT Ambil Langkah Hukum

| |

Merasa Merasa diduga Dicemarkan Oleh Media Online Pengurus RT Ambil Langkah Hukum

( Klarifikasi Video yang dikirim d group – group WhatsApp)

SITUBONDO ( MIRIS.ID ) – , beberapa pengurus RT di lingkunga RSMS / Rumah Sakit Mitra Sehat lingkungan RW 11 melakukan klarifikasi berkenaan adanya berita di salah satu media online yang berjudul ” sejumlah laki-laki menjaga keamanan Rumah Sakit Mitra Sehat (RSMS) bersitegang dengan warga termasuk ibu-ibu tanpa getar menghadapinya” pengurus RT yang melakukan klarifikasi diantaranya

1. Sawir ketua RT 05 RW 11
2. fauzi alias nanang wakil RT 02 RW 11
3. sugiyanto alias Yanto wakil RT 02 RW 11
4. wiyono alias nono ketua RT 04 RW 11

pada saat tanggal 13 januari 2021 akan ada rencana demo/unjuk rasa yang akan dilakukan oleh sekolompok warga kaplingan (SOWAK) RT 02 RW 11 yang sebenarnya hanya beberapa kelompok kecil warga setempat , karena dari beberapa warga di lingkungan RW 11/ RSMS Memberikan dukungan positif terhadap Rumah Sakit Mitra Sehat karena merasa tidak dirugikan dan tidak pernah merasa terganggu, justru kehadiran RSMS berdampak positif yang sangat membantu terhadap masyarakat sekitar di bidang Kesehatan,Ekonomi,sosial dan Keagamaan,” Ujar Sawir

namun demo yang akan di adakan pada tanggal 13 Januari 2021 tersebut di batalkan tanpa adanya pemberitahuan lisan atau tertulis dari pihak (SOWAK) / Kepolisian sehingga menimbulkan hal yang tidak pasti terhadap demo yang akan dilakukan

dengan ketidak pastian demo tersebut beberapa pengurus RT sekitar Rumah Sakit Mitra Sehat (RSMS) bersepakat untuk memonitor/memantau di wilayah RSMS yang bertujuan untuk menjaga kondusifitas di wilayah RW 11 tersebut karna takut terjadi hal yang tidak diinginkan,” Katanya.

ketika beberapa pengurus RT berjaga di lingkungan RSMS sekitar 9-10 orang tiba-tiba didatangi oknum polisi yang berpakaian dinas (maryadi) memaksa mengajak seluruh pengurus RT yang berjaga untuk ikut kebelakang guna melihat dugaan saluran IPAL yang bocor didekat rumah pak marhen yang berbuatasan tembok belakang RSMS

ketika pengurus RT melihat/mengecek dugaan saluran IPAL yang bocor tidak menemukan titik kebocoran yang diduga oleh maryadi , pengurus RT tersebut malah mendapat serangan / tuduhan dari sekelompok kecil warga kaplingan bahwa pengurus RT yang berjaga menjaga kondusifitas wilayah bukan bertugas menjaga kondusifitas melainkan orang-orang bayaran RSMS

atas tuduhan yang dilakukan beberapa pengurus RT yang menjaga kondusifitas mengambil langkah di jalur hukum karena merasa dicemarkan dan dipojokkan dengan beredarnya video di salah satu media online. ( Hasan )

Previous

Dari Seorang Jurnalis Kini Jadi Pengusaha di Bali

Hidup adalah Panggung Sandiwara Nyata

Next

Tinggalkan komentar