Terbongkar ! Tokoh UD Sumber Tani Desa Blitok Jual Produk Bibit Jagung BISI Diduga Palsu

| |

Terbongkar ! Tokoh UD Sumber Tani Desa Blitok Jual Produk Bibit Jagung BISI Diduga Palsu

SITUBONDO ( Miris.id ) – berawal dari Pegaduan Masyarakat atau Petani di Desa Blitok Kecamatan Bungatan kepada awak media ini, tentang Produk Bibit Jagung Merk Bisi Nomer “18” yang diubah menjadi Merk “99” banyak dikeluhkan para Konsumen.

Notabene Produk Bibit Jagung Merk Bisi dengan Bungkusan Nomer 18 Disulap menjadi Nomer “99” dengan harga Rp. 75.000,- per / Pcs. Hal tersebut diduga melanggar Undang-undang nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merk dan Indikasi Geografis.

Menurut warga Desa Blitok Kecamatan Bungatan seorang Petani yang enggan disebutkan namanya mengatakan.

” Tokoh bibit disini cuma UD Sumber Tani mas, bahkan hampir petani di Desa Blitok ini belinya disana, ini bukan bicara masalah Bulan tapi ini sudah lama dan baru kita ketahui bahwa Merk Bisi nomer 18 diubah dengan tempelan ke Nomer 99 bayangkan kalau nomer 18 harganya Rp. 63.000,- hanya dengan tempelan seperti itu berubah harga Rp. 75.000 ini jelas penipuan,” Ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa para petani jika membeli bibit tersebut bukan 1 Pcs atau 2 Pcs melainkan bisa 10 atau 15 Pcs.

” Jelas merugikan mas, disaat kita tanam dan panen kan jelas kualitasnya berbeda, saya harap bapak Kepala Desa bisa membantu kami para petani karena masalah hukum kami kurang memahami,” Tuturnya.

Sedangkan saat dilakukan investigasi dan awak media ini juga membeli Produk Bibit Jagung BISI Tersebut di UD Sumber Tani memang benar, Bungkusan Merk Bisi nomer ” 18 ” ditempel Nomer ” 99 ” dengan harga Rp. 75.000,-

Saat dikonfirmasi ke Pemilik Tokoh UD Sumber Tani pihaknya membawa Pihak Perusahaan BISI yang bertugas di Kecamatan Bungatan. Owner Tersebut mengakui bahwa dari pihak perusahaan sendiri yang melakukan perubahan Lebel Tersebut dengan kesepakatan ke semua UD yang ada di Kabupaten Situbondo.

” Kami tahu kami salah mas, itu sudah kesepakatan dengan pihak perusahaan kalau isinya merk 99 cuma bungkus nya tetap 18 karena kan Masyarakat Situbondo maunya yang merk 99 sedangkan dari pihak perusahaan belum ada bungkus 99 mas jadi ini kesalahan perusahaan,” Kata salah satu Owner Bibit BISI.

Diketahui, Jelas hal tersebut melanggar Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merk dan Indikasi Geografis.

Kepala desa Blitok Ahmad Bajuri Sholeh membenarkan terkait Pengaduan Warganya terkait penjualan Bibit Jagung BISI yang diduga Dipalsukan merk-nya.

” Sudah ada Pengaduan namun karena belum cukup bukti saya diam, ternyata benar setelah kami lakukan Musyawarah ternyata penjualan ini sudah dilakukan sangat lama, jelas banyak petani yang dirugikan,” Kata Kepala Desa Blitok.

Kepala Desa berharap Tokoh UD yang berada di Desanya segera ditutup dan tidak beroperasi lagi, karena takut mengundang kemarahan warga khususnya para petani di desa Blitok.

” Untuk sementara mungkin nanti saya tegaskan untuk ditutup dan saya mau kordinasikan perihal ini kepada kadis Pertanian agar ditindaklanjuti,” Paparnya.

(SAN)

Previous

Dinas Pariwisata Luruskan “Berita Agak Miring” Pembangunan Panggung Terbuka Di Wisata Pasir Putih

Terkait Dugaan Pemalsuan Merk Bibit BISI, Dinas Pertanian Kabupaten Situbondo Sigap Tindaklanjuti

Next

Tinggalkan komentar