Akhir Kisah Asmara Kades Lubawang, Maryati Sudah Bertunangan Resmi Dengan Lora Asal Madura

| |

Akhir Kisah Asmara Kades Lubawang, Maryati Sudah Bertunangan Resmi Dengan Lora Asal Madura

SITUBONDO (Miris.id) – Problem permasalahan Kasus Asmara Cinta segitiga Kades Lubawang Ahmad Junaidi bersama Istri Sirrihnya Maryati belum kunjung selesai,
Pasalnya tudingan terkait perselingkuhan bersama lora Asal Madura Ustad Imam Ghazali alias nama aslinya Agus Maksum.

Akhirnya perselingkuhan antara Maryati dan Lora Imam Ghazali / Agus Maksum yang dituding Kades Lubawang Ahmad Junaidi terjawab. Hal tersebut diungkap oleh Maryati saat dikonfirmasi dikediaman Kepala Desa Kalimas Samuri. Senin (29/3/2021).

” Saya sudah resmi loh iya, resmi tunangan sama pak ustad Imam Ghazali, bahkan secepatnya mau menikah sah disini di Desa WringinAnom Kecamatan Jatibanteng,” Ungkap Maryati.

Disaat ditanya kebenaran 21 hari pertengkaran dengan kepala desa Lubawang, Akhirnya Maryati mengakui perihal tersebut, dan mengaku perkenalan dengan Lora Asal Madura baru sepekan.

” Benar saya 3 Minggu bertengkar dengan kepala desa Ajun, setelah 2 Minggu pertengkaran baru saya kenal sama ustad Imam Ghazali, baru 1 Minggu saya berkenalan akhirnya tragedi penggerebekan itu terjadi, tapi ustad Imam mau bertanggung jawab saya kan juga butuh pasangan yang pasti jadi saya terima , apalagi ustad imam sudah mau melamar saya dan mengenalkan kepada keluarganya,” Tuturnya.

Disinggung masalah harta Gono gini, Maryati yang didampingi Calon Tunangannya Ustad Imam Ghazali mengatakan bahwa tidak mau merebutkan barang – barang tersebut dan mengikhlaskan diambil semua oleh kades Lubawang.

” Silakan ambil semua saya tidak mau permasalahan semakin panjang, saya mau hidup tenang tanpa bayang – bayang mas Ajun, TV, lemari, kasur dan juga kursi silakan ambil kalau masalah mobil Brio warna merah saya memang dulu dibelikan tapi saya pakai 3 bulan lalu setelah itu digadaikan oleh pak kades jadi gak tau mobil itu sekarang kemana,” Kata Maryati.

Saat disinggung masalah kerja Maryati di Travel Umroh di Kabupaten Jember selaku pengantar umroh, Maryati mengaku hanya 3 kali dibantu oleh Kades Lubawang dalam masalah biaya sewa mobil.

” Kalau masalah Pekerjaan saya mohon maaf bukan mau menjelekkan pak Kades Lubawang, selama dia jadi suami saya hanya 3 kali membantu masalah biaya kerja saya,” Paparnya.

Hal tersebut masih dalam permasalahan pembagian barang harta Gono gini seperti lemari, kursi, tempat tidur dan tv yang dikatakan pihak Maryati tidak mau apa – apa dan diberikan kepada kepala Desa Lubawang sepenuhnya.

Namun Kepala desa Lubawang juga tidak mau pihaknya meminta harta tersebut tetap dibagi dua.

” Kalau dikembalikan kepada saya semua saya pun tidak mau, itu hasil kami berdua harus dibagi dua, jual berapa hasilnya tetap dibagi dua,” Ujar Ajun.

saat ini yang dipertanyakan kades Lubawang Ahmad Junaidi (Ajun) adalah masalah usaha yang dirintis bersama terkait travel Umroh tempat Maryati bekerja, dimana Maryati mengatakan hanya 3 kali dibantu kepala desa Lubawang terkait usahanya, namun kepala desa menepisnya bahwa Ahmad Junaidi menanyakan kalau hanya 3x terus selama 2 tahun siapa yang biayain usahanya.

” Kalau dikatakan saya biayai hanya 3 kali saya tidak terima, Maryati itu nikah sama saya selama 6 Tahun rintis usaha masalah kerja travel Umroh selama 2 tahun siapa yang biayain dia, wong Maryati nikahnya sama saya kok saya dikatakan 3 kali saja bantu usahanya dia,” Pungkasnya.

Sedangkan Kepala Desa Kalimas Samuri berharap permasalahan Kepala Desa Lubawang sama Maryati segera selesai secara kekeluargaan.

” Semoga Permasalahan ini selesai dengan cara baik – baik, apalagi barang – barang nya ada di wilayah saya kebetulan Maryati ngontrak di Desa Kalimas, semoga permasalahan harta Gono gini yang dikatakan kades Ajun cepat selesai,” Tukasnya.

( San )

Previous

SATKORCAB BANSER Situbondo mengutuk Keras dan sangat menyesali tindakan Bom bunuh diri di Gereja Katederal Makassar

Bupati lira situbondo mengutuk keras aksi bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan

Next

Tinggalkan komentar