Terjerat Dugaan Kasus Korupsi TKD, Kades Jember Ditahan Kejari

| | ,

Terjerat Dugaan Kasus Korupsi TKD, Kades Jember Ditahan Kejari

Jember (miris.id ) – Kasus dugaan penyelewengan Tanah Kas Desa (TKD) kembali menyeret oknum berinisial DP seorang Kepala Desa Gambiran Kecamatan Kalisat, Jember. Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember resmi menahan DP setelah ditetapkan nya sebagai tersangka. Jumat (5/2/2021).

Kasus bermula dari sebuah kebijakan tersangka ketika menjadi Kades. Dengan alih-alih melakukan kerjasama bersama pihak ke-tiga, ia diduga melakukan korupsi dengan modus kerjasama berbentuk perataan tanah sebanyak tiga (3) bukit yang aset nya masih menjadi milik Desa Gambiran.

Kasi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jember, Setyo Adi Wicaksono mengatakan, “Hari ini, Jumat 5 Februari 2021. Kami Kejaksaan Negeri Jember, telah menetapkan Dwi Purbadi sebagai tersangka. Selanjutnya kita akan melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan di Lapas Kelas II Jember, selama 20 hari ke depan.” Jelasnya.

Kasus dugaan korupsi terkait (TKD), sudah dilakoni tersangka hampir selama 10 bulan. Tanah yang diperkirakan luasnya hampir 2.300 meter persegi tersebut, material dari hasil perataan nya seperti tanah dan batu, diduga dijualnya kembali kepada pihak ke-3. Pendapatan dari hasil penjualannya, diperkirakan bisa mendapatkan keuntungan uang sekitar Rp 50 juta/bulan.

Ia melanjutkan, “Hasil meratakan gumuk ini ada tanahnya dan ada batunya. Semuanya dijual kepada orang lain. Semua ini dilakukan, tidak sesuai dengan tata cara pengelolaan tanah kas desa tersebut. Tersangka melakukan MoU perataan gumuk dengan pihak ke-tiga tanpa diketahui perangkat desa yang lain. Ini sudah berlangsung 10 bulanan, berarti (uang yang masuk) sekitar Rp 500 jutaan. Tidak ada uang sepeserpun yang masuk ke kas desa,” beber Pegawai Korp Adyaksa tersebut mengakhiri.

Namun dalam keterangan tersangka, DP menampik tuduhan tersebut dan mengaku tidak pernah meminta uang sedikit pun didalam pengerjaan perataan bukit tersebut. Menurut nya, tanah dan batu itu diberikan cuma-cuma kepada pihak ke-tiga sebagai ganti biaya operasional pekerjaan pengerukan dengan menggunakan alat berat.

Meski tersangka berkilah, namun Kejari Jember tetap melakukan penahanan. Kejari Jember menyatakan bahwa pihaknya sudah cukup memiliki 2 alat bukti. Sehingga, DP selanjutnya ditetapkan menjadi tersangka.

Tersangka DP tak banyak bicara, ia hanya bisa menyeru, “Saya didzolimi, saya didzolimi, saya didzolimi.” Ketika berjalan keluar, dengan pendampingan ketat petugas kejaksaan mendekati mobil tahanan.

(Tim)

Previous

Komunitas Relawan Laok Songai Jum’at Berkah Berbagi ; Bagikan 10 Sak Semen Untuk pondok pesantren Ibnu kholdun Al-Hashimi

Diduga adanya Kongkalikong Antara Sekdes Paowan dan Kades Sliwung Terkait Mobil Sewa Milik Khairil Kuriah Ariestiawan

Next

Tinggalkan komentar