Tak Ada Angin Tak Ada Ombak, Petugas Kebersihan Dan Penjaga Malam Desa Paowan Diberhentikan

| | ,

Tak Ada Angin Tak Ada Ombak, Petugas Kebersihan Dan Penjaga Malam Desa Paowan Diberhentikan

SITUBONDO ( miris.id ) – entah tidak bisa berkata sepatah kata lagi, Ian Tena (52) Warga Dusun Locancang bekerja sebagai Penjaga Malam Dan Bagian Kebersihan Desa Paowan Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo, Tak Ada Angin Tak Ada Ombak Kepala Desa Paowan Saiful Hadi S,Pd memberhentikan dari jabatannya.

Hal tersebut langsung direspon oleh Aktivis Asal Desa Paowan Bronto, Pasalnya Dengan Pemberhentian Tersebut Kepala Desa diduga
Kepala Desa Paowan sewenang – wenang dengan kekuasaan.

Pasalnya Dengan sebuah alasan mengoptimalkan dan mengefektifkan kinerja pemerintah Desa, seorang kepala dengan sewenang-wenang memberhentikan petugas kebersihan dan penjaga malam.

” Padahal dengan alasan pertimbangan seperti itu, justru kepala desa malah tidak menjaga kondisifitas desa Paowan,” Ujar Bronto.

Ia juga menyampaikan jangan karena memiliki jabatan lalu seenaknya memberhentikan, tentunya sebelum melakukan harus ada alasan yang kuat tanpa menabrak sebuah aturan.

” Dengan adanya petugas kebersihan dan penjaga malam tentunya kantor desa aman karena ada yang menjaganya, nah ini tanpa alasan yang jelas main memberhentikan,” Ketusnya.

Kekecewaan Tersebut senada juga diungkapkan oleh Jhoniadi selaku ketua RT di Desa Paowan, Ia menilai dalam memberhentikan seorang perangkat Desa tentunya harus sesuai prosedur.

” Mengacu dalam surat Keputusan Kepala Desa dengan Undang – undang Nomer 6 Tahun 2014 Tentang Desa, lalu Peraturan Pemerintah Nomer 43 Tahun 2014, ditambah Peraturan Daerah Kabupaten Situbondo Nomer 11 Tahun 2015, dan Peraturan Bupati Nomer 40 Tahun 2019 perubahan atas Peraturan Bupati Nomer 57 Tahun 2018 tentang pengelolaan Peraturan Desa, tanpa memberikan alasan jelas dalam surat Keputusan Tersebut apa kesalahannya,” Paparnya.

Sedangkan Ian Tena selaku Petugas Kebersihan Dan Penjaga Malam saat dikonfirmasi mengatakan dirinya tidak tahu tentang kesalahannya tanpa dia sadar dia sudah mendapatkan surat putusan pemberhentian.

” Saya sudah penuhi tanggung jawab saya, dan saya juga tidak paham mengapa saya diberhentikan, intinya surat tersebut saya sudah Diberhentikan itu yang membuat saya bingung,” Katanya. Minggu (31/1/2021).

Sedangkan saat dikonfirmasi Kepala Desa Paowan Saiful Hadi S,Pd tidak dapat dihubungi baik Via Telepon Seluler maupun Via Telepon WhatsApp dan konfirmasi melalui Via Pesan WhatsApp pun dari sore hari tetap bertanda centang Satu. ( A CH )

Previous

Tragis ! Kecelakaan di Lokasi Jembatan Gunung Sampan, Kembali Menelan Korban

Kewajiban dan Larangan Bagi Seorang Kepala Desa

Next

Tinggalkan komentar