Esek-esek Geboy Burnik Di Situbondo Mengancam Para Petani Gagal Panen

| |

Lokalissai Burnik Kelurahan Dawuhan Situbondo
Situbondo (Miris.id)– Ada pemandangam yang mencengangkan di area lahan persawahan yang ada wilayah Kelurahan Dawuhan Kecamatan Situbondo Jawa timur. karena sebagain warga yang belum mengetahui pasar maksiat di area persawan tersebut akan membuat mata melotot.

Meskipun di kabupaten Situbondo hingga kini masih ada beberapa tempat prostitusi liar di menjadi tempat praktik esek-esek salah satunya adalah area persawahan Burnik, yang ada d Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo, Jawa Timur, Kamis (17/2)

Meskipun sudah kerap dilakukan razia oleh petugas ketertiban namun, tak pernah menyurutkan aktifitas Geboy liar itu dan mereka transaksi esek-esek makin menggila kenapa tidak, para pekerja sek komersial ini.

Tampak sepanjang area persawahan itu tampak wanita terlihat Assoy di lokasi esek-esek tersebut, dengan baju seksi dan dandanan yang menor, nampak sedang asyik menunggu para hidung belang menyambutnya

Ironisnya, aksi para PSK mokong itu justru bukan hanya pada malam hari ia beraksi bahkan di siang bolong, sekitar pukul 10.00 pagi Meski terlihat agak canggung, mereka tampak menjajakan diri tidak hanya pada malam hari namun di siang hari, meski mereka melakukan beraneka cara untuk menarik minat tamu pria hidung belang. Ada yang terus berhias di tepian kebun jagung, berbincang dengan sekumpulan pria, dan sekadar duduk di warung angkringan minuman yang ada di seputar lokasi tersebut. Hal ijilah

“Di Burnik tidak ada istilah mucikari atau germo. Jadi, mereka (PSK) datang ke sini ya datang sendiri,” terang seorang pria di persawahan Burnik yang enggan di sebut namanya.

Dengan demikian, para PSK bisa berpraktik dengan sesuka hati di lokalisasi persawahan Burnik. Tidak heran jika selama ini bukan malam hari saja persawahan Burnik biasa dipenuhi PSK.

Uniknya, selama ini mereka biasa memanfaatkan lahan kebun jagung milik petani untuk melayani pria hidung belang langganannya. Tak heran, selama ini ada beberapa petani setempat yang mengeluh karena lahannya banyak rusak bahkan gagal.panen.

“Mungkin dibuat tempat ’main’, sampai lahan jagung saya rusak ini kan saya bisa gagal panen,” kata salah seorang petani setempat,

Sementara para petani berharap agar prostitusi di arean persawahan tersebut di tutup.

Penulis ; Anang- Miris.id
Publizer: (Redpel)

Previous

Pemdes Seletreng Bersama Bati Tuud Koramil 0823/03 Kapongan Laksanakan Karya Bakti Di Dusun Corah Saleh

Tempat Esek – Esek “Burnik” Diduga Ada Tutup Mata Dari Pihak Penegak Perda

Next

Tinggalkan komentar