Aktifitas Bongkar Muat Di Situbondo masih Liar, Warga Mengeluhkan Kinerja Kepolisian Dinilai Lempeng

| | ,

Situbondo Miris.id-Aktivitas bongkar muat barang di Situbondo masih dilakukan di badan jalan. dan hal ini sudah menjadi pelanggaran undang-undang juga dinilai bisa menimbulkan kerawanan. Tak heran selama ini banyak pengguna jalan yang mengeluhkan.

Ironisnya, selama ini nyaris tidak ada sikap tegas atau tindakan tegas secara rutin dari pihak Dinas Perhubungan (Dishub) maupun Polres Situbondo. Padahal, bongkar muat di bahu jalan jelas-jelas melanggar pasal 162 ayat 1 UU nomor 22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

“Bukan hanya menganggu pengendara tapi sudah jelas kan melanggar aturan kok masih menjadi pembiaran. Di samping itu selama ini juga banyak parkir di jalan sembarangan, baik juga di tikungan. Seperti di depan toko jalan Irian Jaya. Itu sangat rawan, saya sendiri hampir kecelakaan. Ada apa kok dibiarkan okeh Polres,” tandas Sucipno seorang pengendara kepada Miris.id , Jumat ,(12/2/2021).

Pengamatan Miris.id dilapangan menyebutkan, selama ini aktivitas bongkar muat barang di Situbondo memang masih banyak dilakukan di jalan dan di depan pertokoan. Seperti di Jalan PB Soedirman, Jalan A Yani, Jalan Diponegoro, dan jalan madura, truk besar bermuatan barang sembarangan menurunkan barang di jalanan.

Aktivitas demikian seringkali mengganggu pengguna jalan yang lain. Sebab, dapat mempersempit badan jalan hingga berpotensi menimbulkan kerawanan. Namun, sejauh ini belum ada tindakan dari instansi terkait maupun sikap tegas dari kepolisian meski kegiatan itu melanggar ketentuan.

“Bongkar muat di bahu jalan melanggar UU lalu lintas. Itu masih terjadi karena di Kabupaten Situbondo ini berdalih belum ada fasilitas terminal bongkar muat. Tapi bagaimana pun itu jelas melanggar dan bisa ditilang, tapi polisinya tidak rutin merazia pelaku bongkar muat tersebut,” kata Hadi warga Situbondo.

Menurutnya, Selama ini aparat kepolisian dan dinas terkait dinikai belum maksimal untuk mengatasi menertibkan aktivitas bongkar muat, walaupun sebelumnya polisi sering melakukan teguran pada pelaku bongkar muat jika dianggap urgen dan bisa memicu kerawanan pihak kepolisian seharusnya lebih tegas lagi untuk melakukan tindakan terhadap aktifitas bongkar muat,

“Atau jangan -jangan ada damai di tempat , ini yang membuat mereka para pelaku bongkar muat tidak ada jerahnya hingga saat ini. Sebagai masyarakat awam tentu itu akan terjadi asumsi atau kecurigaan pada pihak kepolisian serta dinas terkait kalau liarnya aktifitas bongkar muat diduga ada transaksi gelap yang selama ini. Bisa jadi begitu kan dugaan masyarakat,” Ucapnya.

Menurutnya, teguran atau tindakan terhadap aktifitas bongkar muat tidak hanya di sikapi saat ada informasi dari masyarakat saja, Polisi seharusnya memantau setiap hari dengan adanya aktifitas tersebut.

Bila mereka berdalih karena belum adanya terminal bongkar muat justru itu polisi harus melakukan kordinasi dengan Pemkab Situbondo untuk menyediakan terminal bongkar muat.

“Kepada pihak pertokoan yang hendak menurunkan barang, agar tidak melakukan aktivitas bongkar muat di jalan,” Ujar Hadi.( edo/red).

Previous

Jum’at Berkah ! Komunitas Sampak Bersholawat Bagikan 200 Nasi Bungkus Ke Abang Becak Di Asembagus

Sambil Tersenyum Anggota Mapolsek Bondowoso Pantau Tempat Keramaian

Next

Tinggalkan komentar