Pemkab Bondowoso Tambahkan Anggaran APBD Untuk Antisipasi Bencana Alam

| | ,

Penulis : Edo Firman

Bondowoso Miris.id – Dalam mengantisipasi ancaman bencana alam tak terduga di kabupaten Bondowoso Jawa Timur, Pemkab melakukan tambahan perubahan anggaran dalam APBD karena ada beberapa titik di wilayah kabupaten Bondowoso yang diprediksi berpotensi ancaman bencana alam.

Ketua DPRD Bondowoso H Ahmad Dhafir mengatakan, Rabu (4/11/2020) Di dalam Perubahan APBD 2020 sudah ada tambahan anggaran tidak terduga untuk bencana alam.

Dhafir menguraikan, tambahan anggaran tersebut untuk kebutuhan dalam penanganan bencana alam yang akan tertuang pada APBD awal . Tetapi diperkirakan ada tambahan kebutuhan dana tak terduga untuk bencana alam.

“Apalagi, saat ini masa pandemi Covid-19 yang belum tahu kapan berakhir jadi kami merasa perlunya ada perubahan APBD untuk tambahan dana tak terduga,” ujarnya.

Dirinya meminta kepada pemkab segera merealisasikan bantuan kepada para korban bencana alam seperti para korban angin puting beliung di beberapa titik yakni Sukosari, Tamanan, dan Sumberanyar, Kecamatan Maesan,” ujarnya.

Seperti diketahui, dimusim hujan, pertengahan Oktober 2020 ini, kerap terjadi bencana alam seperti angin puting beliung yang terjadi di Desa Sukosari, Kecamatan Tamanan, dan Desa Sumberanyar, Kecamatan Maesan. Akbiat kejadian tersebut kejadian, Balai Desa Andungsari, Kecamatan Pakem, dan banjir di Desa Leprak, Kecamatan Klabang ambruk. sementara pada 15 Agustus lalu Dusun Krajan, Desa Sukosari, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, sempat diterjang angin punting beliung.

Kemungkinan besar prediksi ada 23 Kecamatan di Kabupaten Bondowoso yang berpotensi terjadi rawan bencana alam, turunnya hujan di sertai angin kencang.

Pemkab Bondowoso mengantisipasi ancaman bencana alam sebagai efek La Nina yang diperkirakan terjadi pada Oktober 2020 sampai Maret 2021 mendatang.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bondowoso (BPBD) Bondowoso, Kukuh Triyatmoko mengatakan, hal itu berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Dan Geofisika (BMKG) mengenai cuaca ekstrim yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.

“Melakukan pemangkasan cabang pada pohon-pohon yang tinggi dan besar untuk menghindari terjadinya sambaran petir dan pohon tumbang akibat angin kencang/puting beliung,” Ujarnya.

Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat untuk berpran aktif memantau dan mitigasi terhadap daerah-daerah yang dimungkinkan terjadi bencana banjir dan tanah longsor.

Untuk itu, lanjutnya, BPBD Bondowoso bersama OPD akan mensosialisasikan kepada masyarakat Kabupaten Bondowoso agar selalu waspada menghadapi cuaca ekstrim dan selalu menjaga kesehatan akibat pengaruh perubahan cuaca.

Previous

Lembaga Tim Survei independen dari The Republic Institut mengeluarkan hasil survei, dimenangkan oleh Ikfina-Barra (IKBAR) yang menyabet nilai 59,2% dari Paslon incumbent

Pasokan Mata Air Bawah Tanah PLTU Dongkrak PAD Pemkab Situbondo

Next

Tinggalkan komentar