Lagi – lagi Sekdes Paowan Diduga Lakukan  Pungutan Liar Saat Penjaringan Kepala Dusun Bukkolan

| | ,

SITUBONDO ( Miris.id ) – belum selesai permasalahan bersama Masyarakat Desa Paowan, Skretaris Desa Paowan Muhammad Faisol lagi – lagi Diduga Lakukan Pungutan Liar (Pungli) Saat Penjaringan Kepala Dusun Bukkolan.

Pasalnya Saat diadakan Penjaringan Kepala Dusun Bukkolan Desa Paowan Kecamatan Panarukan, HMM salah satu kandidat Sebagai Kepala Dusun Bukkolan. Diduga dimintai uang sebesar Rp. 10 Juta Rupiah oleh Sekdes melalui Makelar yakni Inisial HMD seorang Ustad di Desa Paowan, dengan alasan sebagai Pelicin dan di iming – imingi bakal lolos dan menang menjadi Kepala Dusun.

Hal tersebut diungkapkan oleh orang tua Korban HMM (Salah satu Kandidat Kasun Bukkolan yang ternyata tidak terpilih) yakni Santoso.

” Benar mas, awalnya saya didatangi oleh ustad Hamid (Makelar) katanya anak saya bakal menang jadi kepala Dusun Bukkolan asal ada jaminan / Pelicin, awalnya saya menolak karena saya tidak punya uang, tapi demi anak saya mencari pinjaman dan meng- iyakan,” Ungkap Santoso Ayah Korban. Minggu (1/11/2020).

Lanjut dia, setelah itu pihaknya bersama Ustad HMD mendatangi Sekdes Paowan di kediamannya, Santoso mengatakan bahwa Muhammad Faisol meminta Rp. 10 Juta Rupiah yang dibayar olehnya secara dua kali.

” Saya bersama ustad Hamid kerumah pak Faisol, saya tidak banyak bicara, lalu ustad Hamid menanyakan kepada bapak Sekdes berapa? Faisol Menyampaikan Rp. 10 Juta Rupiah, jadi saya bayar dua kali pertama Rp. 5 Juta Rupiah di rumahnya pak Faisol dan kedua saya bayar ke Ustad Hamid selaku Makelar lah kasarannya,” Terangnya.

Setelah membayar Rp. 10 Juta Rupiah, ternyata anaknya yang dijanjikan tidak terpilih di Penjaringan pemilihan Kepala Dusun Bukkolan, dengan Penuh rasa kecewa Santoso meminta uang nya kembali.

” Iya saya minta kembali uang saya soalnya uang itu hasil Pinjam ke orang, akhirnya Bapak Faisol Membayar Rp 3,5 Juta Rupiah terlebih dahulu pada tanggal (7/10/2020) dan sisanya berjanji pada tanggal (28/10/2020). Sebesar Rp 6.5 Juta Rupiah dilengkapi dengan bukti kwitansi dengan alasan pinjam uang / Hutang,” Ketus Santoso Warga Dusun Bukkolan RT 002 / RW 001 Ini.

Sedangkan Saat dikonfirmasi Wartawan Miris.id Skretaris Desa (Sekdes) Paowan Muhammad Faisol Membantah bahwa pihaknya tidak pernah meminta uang.
Bahkan dirinya menantang Siapa Orang yang mengatakan disuruh menemui nya.

”  maaf saya tidak pernah minta uang, Kalau ada yang bilang saya minta uang, katakan siapa orangnya ? Suruh temui saya,” Tegasnya.

Ia juga menjelaskan pihaknya tidak pernah meminta uang apalagi masalah Pemilihan Dusun.

” Yang jelas saya tidak pernah minta uang, apalagi masalah Pemilihan Dusun, maaf intinya saya tidak pernah minta uang,” Singkatnya dengan menambahkan Emoji Mohon Maaf.

( Wardi / Anang Rudianto )

Previous

Insentif 3 Bulan Tak Cair, Sejumlah Medis Covid-19 Memgeluh

Mayat Tengkorak MR X Hebohkan Warga Di Pinggir Pantai Bama

Next

Tinggalkan komentar