Kepala Desa Paowan Laporkan Warganya, Ini Kata Ketum LSM Siti Jenar Eko Febrianto

| | ,

Penulis : Wardi

SITUBONDO ( Miris.id ) – Dimana Kepala Desa (Kades) seharusnya menjadi Orang tua bagi Warganya, jika ada Perselisihan antara Warga harusnya Kepala Desa Mengayomi dan menjadi Penengah dalam Polemik antar Warga tersebut.

Akan tetapi beda dengan Kepala Desa Paowan Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo, Saiful Hadi S,Pd. Dimana Harusnya menjadi Kepala Desa itu harus merangkul warganya untuk menjadi Orang tua bagi warganya. Dan menjadi penyelesai masalah antar Warganya. Notabene tidak sesuai dengan yang diharapkan warganya.

Lucunya Kepala Desa Paowan Saiful Hadi Mala ikut melaporkan Warganya Ke Polres Situbondo, gara – gara Polemik Masyarakat Paowan dengan Sekdesnya.

Hal tersebut membuat Aktivis Muda Kelahiran Kecamatan Besuki Ketua Umum LSM Siti Jenar (Situbondo Investigasi Jejak Kebenaran) Eko Febrianto Geram.

Menurutnya, dari zaman Kolonial sampai Zaman Milenial ini baru pertama kali Kepala Desa melaporkan Warganya apalagi terkait kasus Dugaan Pencurian dan Pengrusakan.

” Ini kepala Desa atau tukang becak, masak tidak paham dari zaman Kolonial sampai Zaman Milenial baru pertama kali ini terjadi Kepala Desa melaporkan Warganya dengan Kasus Bla – Bla,” Ketusnya sambil Geleng – geleng Kepala. Selasa (3/11/2020).

Ia juga menuturkan bahwa seharusnya Kepala Desa sebagai orang tua di Desa merangkul dan menjadi Penengah segala bentuk polemik di Desanya, bukan Mala memperkeruh suasana yang membuat Warga sampai nyatakan Mosi tidak percaya.

” Harusnya Kepala Desa sebagai orang tua itu harus menyayangi warganya dan merangkul warganya, bukan Mala tambah membuat warga ini geram itu pasti akan menjadi Boomerang terhadap dirinya sendiri,” Tegasnya.

Eko mengingatkan bahwa Kepala Desa terpilih karena pilihan Masyarakat nya, dan juga warga juga bisa melengserkan jabatannya jika warga mau.

” Ingat suara rakyat adalah suara Tuhan , ingat semboyan itu jadi untuk Kepala Desa Paowan waspada laporan anda harus bisa dipertanggungjawabkan, karena jika tidak terbukti maka anda akan dilaporkan balik oleh masyarakat anda sendiri,” Tuturnya

Sedangkan H. Fauzan Mistari yang akrab disapa Bronto menanyakan Masih pantaskah dia (Kepala Desa) dianggap sebagai orang tua, jika kelakuannya seperti itu.

” Masih pantaskah dianggap orang tua kita (Kepala Desa) dan apakah seperti ini kelakuan orang tua kepada anaknya, jelas sekali jika di sebuah kisah Maling Kundang disebut Anak Durhaka maka yang terjadi di Desa Paowan apakah pantas kisah ini disebut oknum Kepala Desa Durhaka,” Katanya dengan Khas Nyinyirnya.

Previous

Kadishub Situbondo Terkesan Menghindar , Ketum LPK Deny Rico Pertanyakan 5 Pekerjaan Fisik dengan Anggaran Rp. 275 Juta Rupiah

Ketua HIPSI Katakan KHR. Kholil As’ad Syamsul Arifin , Dalam Politik Masih sangat Diperhitungkan

Next

Tinggalkan komentar