Kalau Tidak Mau Dikritik Dan Masih Tersinggung Dengan Kritikan, Jangan Jadi Pejabat

| | ,

Kalau Tidak Mau Dikritik Dan Masih Tersinggung Dengan Kritikan, Jangan Jadi Pejabat

SITUBONDO ( MIRIS.ID ) – Dalam setiap pekerjaan besar ataupun kecil tentunya masing-masing mempunyai resiko, dan hal tersebut sangatlah harus kita pahami resiko apa yang ada pada sebuah profesi kita.

Jurnalis yang sering disebut PERS adalah Pilar ke empat di negara ini, yangmana harus betul-betul menjadi corong masyarakat, yang tidak boleh mempunyai rasa takut dan harus berani bersuara dalam mengungkap fakta mencari sebuah kebenaran untuk keadilan.

Berawal dari Video Viral Di Media Sosial Khususnya di group WhatsApp dan Media Sosial lainnya, terkait Video Oknum KPU yang berjoget disertai memberikan Saweran kepada Penyanyi saat acara Penetapan Pasangan Calon Bupati terpilih Situbondo Karna Suswandi dan Hj. Khoironi Amanah. yang diselenggarakan di Gedung Aula Serba Guna Hotel Rengganis Wisata Bahari Pasir Putih Kabupaten Situbondo. Sabtu (23/01/2021)

Setelah menuai Sorotan Ketua KPU Situbondo Marwoto berhasil dikonfirmasi dan memberikan sedikit Tanggapan ucapan terima kasih telah memberikan info, namun sayangnya hal yang tak patut ditiru oleh oknum Pejabat Tersebut selalu setelah dikonfirmasi langsung memblokir WhatsApp.

Hal tersebut dikecam oleh Komunitas Perkumpulan Jurnalis Aliansi Pewarta Situbondo (APSi Group). Melalui Ketua APSi Group Frengky Hendra Istiawan Sebelumnya menjelaskan tentang tupoksi kinerja jurnalis.

” Pada dasarnya tidak ada pekerjaan yang mudah, apun juga jadi seorang wartawan, Selain dibutuhkan keberanian, jadi wartawan juga butuh komitmen dan passion untuk menyalurkan berita yang akurat dan layak dikonsumsi masyarakat luas, Kalau hanya sekadar melapor tanpa menguji, maka siapapun pasti bisa jadi wartawan.

Menjadi seorang Wartawan tidaklah mudah, yang mana dalam menjalankan tugasnya kita harus betul-betul mengacu kepada UU pokok Pers No. 40 Tahun 1999 Tentang kode etik jurnalistik,” jelasnya.

Frengky juga menerangkan Wartawan adalah orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik dengan baik dan benar, sedangkan Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.

” Jadi tugas pokok seorang jurnalis hanyalah menulis menulis dan menulis akan tetapi didalam melaksanakan tugas sebagai jurnalis selalu menghormati norma-norma dan kode etik jurnalis dan apabila didalam menjalankan tugas profesinya, bagi siapa saja yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalang halangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 Ayat (2) dan Ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima Ratus Juta Rupiah),” Terangnya.

Lelaki yang memiliki Khas Rambut Pirang ini menyampaikan kepada Ketua KPU Situbondo Marwoto, karena setiap saat dikonfirmasi Awak media, Selalu memblokir nomer WhatsApp Wartawan yang mengkonfirmasi terkait berita negatif.

” Kalau Tidak Mau Dikritik Dan Masih Tersinggung Dengan Kritikan, Jangan Jadi Pejabat,” Sindirnya.

Ketua Komunitas APSi Group juga menuturkan Wartawan Bekerja dalam industri yang bersifat menuntut.

” Bukan seperti di kantor dengan jam kerja yang pasti, Sebagai wartawan kita akan dituntut selalu siap dan siaga, Kapanpun, dimanapun, apapun yang kita lakukan, bagaimanapun kondisinya, semua itu harus ditinggalkan demi mendapat berita eksklusif dari tempat kejadian langsung, Wartawan itu bekerja pada industri yang sifatnya menuntut. Menuntut waktu, kecepatan dan pastinya tenaga.

Kedua, Jarang menemukan yang namanya akhir pekan. Bagi seorang wartawan, akhir pekan bisa jadi bukanlah sebuah akhir pekan, Kita harus selalu siaga dan siap meliput bahkan di akhir pekan. Walau kelihatannya hal ini melelahkan, tapi kita yang sudah passion, pasti justru senang harus terus bekerja, Bahkan di akhir pekan sekalipun,” Tuturnya.

Ia juga menghimbau kepada semua Profesi Jurnalis, bahwa Namanya wartawan, kita juga harus siap punya banyak musuh

” Karena pekerjaan wartawan adalah memberitakan, maka pastinya bukan hanya berita yang baik-baik saja, Berita buruk juga pasti akan kita temukan, terlebih yang berkaitan dengan sebuah kasus, Hal ini memicu adanya pro kontra dari berbagai macam pihak yang membaca ataupun mendengarkan berita yang kita sampaikan, Dari situ, kita bakal punya banyak musuh yang merasa tidak setuju dengan apa yang kita tulis atau beritakan. ( San )

Previous

Joget Disertai Saweran Dilakukan Seusai Acara Penetapan Paslon Bupati Terpilih, Benarkah ?

Danlanal Banyuwangi Semangati Calon Siswa Bintara PK TNI AL

Next

Tinggalkan komentar