Joget – Joget KPU Situbondo Terus Mendapatkan Kecaman, AMPD Akan Laporkan DKPP

| | ,

Joget – Joget KPU Situbondo Terus Mendapatkan Kecaman, AMPD Akan Laporkan DKPP

SITUBONDO ( Miris.id ) – Insiden Video Viral di Media Sosial yang melibatkan Oknum KPU Kabupaten Situbondo dimana saat Acara Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil terpilih Kabupaten Situbondo pada Sabtu (23/1/2021) terus menuai Kecaman dari beberapa pihak, termasuk Aktivis Asal Situbondo yang saat ini tinggal di Jakarta.

Melalui Konfirmasi Via Telepon Seluler Kordinator Aksi Dan Advokasi ( AMPD ) Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi, Muhammad Qusyairi Menyampaikan kekecewaan terhadap Oknum KPU Situbondo yang diduga melanggar Protokol Kesehatan Covid-19.

” Saya sangat kecewa dimana Indonesia berduka dengan dampak Pandemi Covid-19, dimana aturan – aturan tentang pelanggaran No 6 Tahun 2020 dan Perbup No 45 Tahun 2020 serta Maklumat Kapolri tentang Kedisiplinan Protokol Kesehatan. Seakan diabaikan oleh Oknum KPU Situbondo,” Ketusnya.

Muhammad Qusyairi juga menyayangkan layaknya menjadi seorang penjabat seharusnya memberikan contoh kepada Masyarakat, Bukan Malah menabrak aturan.

” Seorang pejabat itu harus menjadi contoh bagi masyarakat nya, ini malah asyik joget tanpa masker terus pegang uang seakan menyawer di acara formal,” Bebernya.

Koordinator Aksi Dan Advokasi AMPD ini menerangkan bahwa jelas Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Alfitra Salamm mengingatkan kepada penyelenggara pemilu untuk tegas dalam melaksanakan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

Menurut Muhammad Qusyairi, pihak penyelenggara itu melanggar dan tidak mengindahkan protokol kesehatan Covid-19, maka bisa dikategorikan pelanggaran kode etik dari segi Covid-19.

” Kode etik ini adalah kinerja dari pihak penyelenggara terutama dari KPU Situbondo Apakah saat diindikasikan terjadinya pelanggaran protokol kesehatan Covid-19, Ketua KPU itu sudah bertindak apa tidak,” Tanyanya.

Menurut dia, dalam penegakan protokol kesehatan Covid-19, KPU harus bertindak tegas bila terjadi kerumunan saat kegiatan pilkada, seperti adanya kampanye pengerahan massa dan tidak menggunakan masker, karena hal itu sudah merupakan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19.

” Pelanggaran-pelanggaran protokol kesehatan, apabila tidak ditindaklanjuti oleh pihak – pihak terkait, dapat menjadi bahan laporan ke kami di DKPP, dalam aspek protokol kesehatan Covid-19,” Tegasnya.

Sedangkan Anggota Komisioner KPU Syamsul membenarkan bahwa pihak yang dipanggil pihak polres Situbondo hanya satu orang saja.

” Hanya satu orang saja mas, yang nyawer dan tidak memakai masker, itu saja yang dipanggil untuk dimintai klarifikasi oleh pihak polres Situbondo, inisial A R bagian Data,” Pungkasnya.

Saat ditanya saat kejadian Posisi Ketua KPU Situbondo Marwoto saat terjadi aksi Joget – joget Syamsul menyampaikan bahwa Ketua KPU berada di ruangan yang sama.

” Ada kok mas, cuma tidak ikut joget,” Ujar Syamsul.

Hal tersebut jelas, dalam aksi tersebut ada ketua KPU dalam aksi Joget – joget Tersebut, meski menurut pengakuan Anggota Komisioner KPU Situbondo tidak ikut andil dalam aksi Joget – joget yang disertai dugaan nyawer Tersebut, sedangkan AMPD saat ini sudah menyiapkan data untuk melaporkan perihal tersebut ke DKPP. ( Tim )

Previous

Danlanal Banyuwangi Semangati Calon Siswa Bintara PK TNI AL

Polres Situbondo Lakukan Klarifikasi, AMPD Tetap Laporkan Dugaan Langgar Prokes Oknum KPU Situbondo Ke DKPP

Next

Tinggalkan komentar