Joget Disertai Saweran Dilakukan Seusai Acara Penetapan Paslon Bupati Terpilih, Benarkah ?

| | ,

Joget Disertai Saweran Dilakukan Seusai Acara Penetapan Paslon Bupati Terpilih, Benarkah ?

SITUBONDO ( MIRIS.ID ) – Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati (Nomor urut 01) Drs. Karna Suswandi M.M dan Hj. Khoironi Spd. M.H (Karunia) nampak berseri-seri ketika menghadiri undangan di rapat pleno terbuka penetapan nya sebagai Bupati dan Wakil Bupati resmi terpilih Kabupaten Situbondo.

Kegiatan pelaksanaan, diketahui diselenggarakan di Gedung Aula Serba Guna Hotel Rengganis Wisata Bahari Pasir Putih Kabupaten Situbondo. Sabtu (23/01/2021)

Event tersebut nampak dihadiri oleh Komisioner KPU Jawa Timur (Gogot Cahyo Baskoro, S.Sos), Komisioner KPU Kabupaten Situbondo, Dandim 0823 (Letkol Inf. Neggy Kuntagina), Kapolres Situbondo (AKBP Ach. Imam Rifai), Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jatim (Hj. Zainiye) dan juga para Tokoh Masyarakat yang berkecimpung di dalam nya.

Sebelum masuk ke ruang rapat, undangan yang hadir diwajibkan mematuhi protokoler kesehatan. Selain memakai masker, para undangan diharuskan mencuci tangan dan di test suhu tubuh oleh petugas guna memenuhi syarat untuk bisa masuk ke dalam bilik gedung.

Hasil acara rapat pleno terbuka, KPU Kabupaten Situbondo memutuskan serta menetapkan Karna Suswandi-Khoironi sebagai pemenang atas Paslon Petahana Yoyok Mulyadi-Abu Bakar Abdi (Mulya Abadi) (nomor urut 02) yang terpaut dengan selisih perolehan suara 6%. Berdasarkan melalui Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Situbondo Nomor 5/PL.027-Kpt/3512/KPU-Kab/I/2021. Tentang Penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Situbondo Tahun 2020.

Namun yang terjadi diakhir, acara tidak berkesudahan terhenti sampai disitu. Event kegiatan kemudian berganti dan berlanjut dengan pagelaran musik dangdutan diwarnai dengan aksi saweran ditengah pandemi virus corona yang belakangan masih terus meningkat dan merajalela.

Dugaan abai terhadap prokes kembali terjadi di ruang rapat tersebut, tentang pelanggaran Inpres No 6 Tahun 2020 dan Perbup No 45 Tahun 2020 serta Maklumat Kapolri tentang Kedisiplinan Protokol Kesehatan.

Latar belakang (Background) yang bertuliskan “Rapat Pleno Terbuka, Penetapan Pasangan Calon Terpilih, Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Kabupaten Situbondo Tahun 2020.” Seakan menjadi terkotori oleh ulah oknum yang diduga terlibat dan tidak menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.

Terlihat seorang penyanyi wanita, mengenakan busana kuning emas dan bercelana hitam sedang khusuk berdendang sembari bergoyang memamerkan keindahan suaranya, disambut dengan saweran oleh oknum Pegawai KPU yang berjoget tanpa masker diduga memberikan uang kepada sang penyanyi. (Nyawer) Sebagian diantaranya lagi menggunakan masker, namun hanya pada sebatas bagian dagu dan leher.

Disaat rakyat Indonesia sedang berduka dengan adanya wabah Corona yang tak tahu kapan usai nya. Sejumlah perusahaan menjadi gulung tikar dibuat nya. Angka pengangguran yang terus bertambah. Banyak dilakukan nya penertiban di sejumlah kawasan wisata dan razia di jalan raya. Disisi lain, ada kegiatan berbentuk rapat pleno terkait Penetapan Bupati Dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Situbondo yang menabrak aturan hukum tersebut.

Namun saat bertemu dengan Salah satu Komisioner KPU Situbondo Dikediaman nya Di Desa Demung Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo, Syamsul menyampaikan bahwa Joget yang diduga disertai Saweran kepada penyanyi tersebut dilakukan seusai acara Penetapan Pasangan Calon Bupati Situbondo terpilih.

” Joget itu dilakukan susudah acara, disaat para undangan sudah keluar ruangan, jadi acara tersebut sesudahnya acara bukan saat waktu acara dimulai,” Tuturnya.

Ia juga mengatakan bahwa oknum yang diduga memberikan uang kepada penyanyi ( Nyawer ) itu adalah Oknum Pegawai KPU bagian Data inisial AR, Syamsul juga mengungkapkan bahwa Saweran Tersebut bukan nyata melainkan rekayasa atau Candaan semata.

” Sawerannya itu tidak benar, itu hanya bercanda, yang joget tidak memakai masker itu Oknum Pegawai KPU Inisial AR,” Bebernya.

Saat ditanya atas pernyataan Paur Humas Iptu Nanang Priyambodo, dimana pihak Polres Situbondo secepatnya akan mengklarifikasi pihak – pihak terkait, Syamsul membenarkan bahwa yang dipanggil untuk klarifikasi satu orang saja.

” Tidak semuanya kok, hanya 1 orang saja yaitu inisial AR Yang saat berjoget tidak memakai masker dan bercanda menyawer penyanyi tersebut,” Ungkapnya.

Mengetahui hal tersebut, wartawan media ini melakukan konfirmasi melalui WhatsApp kepada Bupati terpilih. Mengenai perihal kebersamaan ditempat tersebut, Karna Suswandi mengatakan dengan singkat melalui pesan WhatsApp nya.

” Mohon maaf saya tidak tau.” Tulisnya.

Selanjutnya konfirmasi via WhatsApp dilakukan kepada pihak penyelenggara Marwoto selaku ketua KPU Kabupaten Situbondo, Ia memberikan keterangan singkat,

” Terimakasih info nya Mas Agung.” Singkat Marwoto melalui Pesan WhatsApp.

Entah tak ada angin dan tak ada ombak, WhatsApp Ketua KPU Situbondo Marwoto secepat kilat memblokir WhatsApp Wartawan Miris.id, Dalam hal ini Masyarakat menunggu hasil Klarifikasi Pihak Polres Situbondo terkait Video Viral Joget dan diduga menyawer di acara Formal Tersebut.
(A.Ch)

Previous

Warga Kupang Unggah Video Banjir Rumahnya

Kalau Tidak Mau Dikritik Dan Masih Tersinggung Dengan Kritikan, Jangan Jadi Pejabat

Next

Tinggalkan komentar