Jargon Perubahan Bukan Hanya Teriakan, Ini Kata Advokat Muda & Ketum LSM Siti Jenar

| | , , , ,

Penulis : Budi Arista/ Tim

Ketua LSM Siti Jenar Eko Febrianto (Kiri) Direktur Marlena Law Office & Partner Hendriyansyah SH (Tengah) Wartawan Sitijenarnews / Tim APSi ( Kanan)

SITUBONDO ( Miris ) – Semua orang di dunia ini sepakat bahwa perubahan itu bukan hanya perlu tapi penting. Banyak orang teriak untuk perubahan tapi sayang, tidak sedikit orang memandang perubahan hanya jargon, hanya spirit.

Padahal, mereka tidak melakukan apapun. Di pikiran mereka, perubahan hanya harapan. Berharap ada perubahan atau berharap berubah.

Eko Febrianto Ketua Umum LSM Siti Jenar dengan adanya Jargon Perubahan, Dirinya Malah menyindir saat (ngopdar) Ngopi Bareng di sebuah Cafe.

” Berharap kotanya berubah jadi kota yang lebih baik. Berharap masyarakatnya makmur. Berharap pemimpinnya si A atau si B. Berharap akan mendapat ini dan itu. Berharap akan mendapat posisi yang enak nantinya. Berharap dirinya jadi begini, jadi begitu. Berubah, lagi-lagi cuma harapan,” Sindir Eko

Bahkan Ia melanjutkan, Jangan teriak perubahan jika dua kabupaten yang pernah menjadi tempat singgah mengabdi belum ada perubahan.

” Hari ini atau Besok, Bisa jadi hanya orang pintar yang paling kencang berteriak pentingnya perubahan. Tapi sungguh, mereka sebenarnya tidak melakukan apapun kecuali rutinitas. Berubah hanya harapan, hanya teriakan,” Ketus Eko Panggilan Akrabnya. Kamis (5/11/2020).

Bahkan Eko Mengutarakan bahwa banyaknya Orang berteriak Perubahan, tapi dirinya sendiri tidak mau berubah.

” Memang benar, Berapa banyak orang berteriak ingin mengubah segala sesuatu yang ada di dekatnya? Atau mengubah orang-orang di sekitarnya? Tapi nyatanya, mereka sendiri tak sedikitpun mau mengubah dirinya. Bahkan untuk satu hal yang kecil sekalipun. Mereka kini sedang terbelenggu dalam rutinitas, terbelenggu dalam harapan. Ayo kita berubah. Mari berubah. Begitu kata mereka si orang pintar,” Kata Eko Febrianto.

Eko Panggilan Akrabnya juga menuturkan jangan sampai berteriak perubahan, ayo berubah lebih baik, kalau dirinya sendiri tidak bisa berubah.

” Tapi mereka sendiri tidak berani untuk berubah. Lalu menyuruh orang lain untuk berubah. Lalu menuntut lingkungannya yang berubah. Lha, si orang pintar ngapain?

Coba lihat pembangunan – Pembangunan dua Kabupaten yang pernah di Jabat olehnya, apakah ada kata kemajuan, yang ada dari jejak digital berita Media online permasalahan – permasalahan yang belum kunjung diselesaikan,” Tuturnya.

Aktivis Kelahiran Besuki ini memaparkan, Bahwa pemilik jargon Perubahan itu harus memiliki keberanian, dan bukti – bukti yang pernah dia rubah di masa menjabat di Kabupaten lain.

” Katanya, perubahan itu butuh keberanian. Katanya perubahan itu menjadikan kita lebih dinamis, lebih berwarna. Katanya kita diciptakan untuk berbeda. Tapi, apa sih yang sudah kita ubah? ,” tanya lelaki yang akrab disapa Jenar ini.

Bahkan Advokat Muda Yang saat ini sedang Naik Daun, Hendriyansyah SH Menyampaikan bahwa Perubahan itu bukan hanya teriakan, tapi dengan pembuktian, bukan hanya menyalahkan.

Begitu pula kadang manusia. Ingin berubah hanya sebatas teriakan. Kita sering lupa, perubahan pun kadang tidak cukup dihadapi dengan kerja keras. Atau bahkan melakukan ikhtiar yang terjebak pada rutinitas.

” Untuk bisa berubah, teriakan, kerja keras, bahkan ikhtiar yang kita lakukan bisa jadi “tak ada artinya”. Gak pengaruh, gak bermakna. Berapa banyak orang yang frustasi. Karena kerja kerasnya dianggap tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan. Berubah, sungguh bukan cuma teriakan,” Pungkasnya.

Ia menjelaskan bahwa Kata Perubahan itu terletak pada diri sendiri, jika diri sendiri tidak mau berubah maka siapapun pemimpinnya, akan tetap selalu salah Dimata kita sendiri.

Karena hidup, terkadang tidaklah cukup dijalani dengan kerja keras doang. Tapi kita juga harus mau dan siap mengubah diri. Kita yang berubah. Pribadi yang berubah.

Mengubah apa yang ada dalam diri sendiri, di dalam diri kita. Bukan menuntut perubahan pada orang lain, pada apa yang di luar kita. Ada banyak perubahan di luar kita. Tapi kita yang tidak pernah mengubah cara pandang dalam melihat perubahan itu.

Orang lain dituntut berubah, lingkungan diminta berubah. Tapi kita sama sekali tidak berubah. Kita mulai menjelek-jelekkan orang hanya untuk mendapatkan perubahan. Kita mulai memakai retorika-retorika hanya untuk suatu perubahan,” Ungkapnya.

Banyak orang merasa kondisinya berat. Banyak orang merasa sekarang situasinya sulit. Bahkan sering menganggap pekerjaan sebagai beban. Menganggap orang lain salah. Menganggap lingkungannya gak benar. Lalu, berpikir dan bertindak yang negatif. Menyalahkan orang lain, menyalahkan pemimpin, menyalahkan segalanya sebelum kita tahu alasannya?

Direktur Marlena Law Office & Partner Menyampaikan, Wajar kalau akhirnya kita hampir tak punya ruang untuk menciptakan “peluang”. Kita jadi tidak kreatif lagi.

Bahkan, kita tidak mau belajar dari yang sudah lampau. Atau kita tidak mau “belajar” sebelum memulai. Terus menerus begitu, hingga terjebak ke dalam “lingkaran setan” rutinitas hidup. Lalu berdalih, kita sedang melakukan sesuatu karena sudah seharusnya begitu.

Berubah ada di DIRI KITA
Berubah, sekali lagi bukan cuma teriakan. Karena berubah itu ada dalam diri kita, bukan berharap pada orang lain. Betapa banyak orang berharap orang lain berubah. Tapi dirinya tidak mau berubah,” Ucap Hendriansyah Kepada awak media Tim APSi.

Ia juga menerangkan bahwa harusnya perubahan itu hanya ada pada diri kita sendiri bukan ada pada orang lain. Karana perubahan disaat ada pada diri kita sendiri itu lah arti bahwa perubahan bukan hanya teriakan.

” Berubah itu bukan soal ingin menang atau takut kalah. Berubah bukan soal pengen begini pengen begitu. Tapi berubah soal momentum untuk belajar yang lebih baik lagi.

Sungguh, mengubah diri sendiri itu lebih baik daripada mengharapkan perubahan di luar diri kita. Itulah berubah yang bukan cuma teriakan.

Previous

Puluhan Warga, Tokoh Masyarakat dan Mantan Kades Nyatakan Mosi Tidak Percaya Terhadap Pemdes Paowan

Waspada, Warga Prajekan kidul Kena Hipnotis,Uang 15 juta Raib begitu saja

Next

Tinggalkan komentar