Jarang Aktif Masuk Kantor Desa, Kades Paowan Dicari Puluhan Warga, ada Apa ?

| | ,

Jarang Aktif Masuk Kantor Desa, Kades Paowan Dicari Puluhan Warga, ada Apa ?

SITUBONDO ( Miris.id ) – setelah Insiden bersama warga Selasa (13/10/2020) dalam Audensi Pertama Puluhan warga Desa Paowan Kecamatan Panarukan Situbondo ngeluruk balai desa setempat untuk mendesak Kepala Desa Saiful Hadi S.pd segera memberhentikan Sekretaris Desa (Sekdes) Faisol dari jabatannya.

Pasalnya Warga menyebut alasan desakan pemberhentian disebabkan karena kinerja Sekdes Faisol dinilai mengecewakan.
Faisol terlalu egosentris dalam menjabat sebagai Sekdes dan semua kegiatan dikerjakan dengan satu pintu. Suasana kedatangan warga berjalan lancar karena difasilitasi Forpimka setempat.

Warga serta tokoh masyarakat (tomas) desa setempat dalam kedatangan warga murni untuk menyampaikan tuntutan agar Faisol segera dipecat karena melakukan sejumlah dugaan penyelewengan program sosial diantaranya BST; RTLH dan DD/ADD.

Karena tidak ada tanggapan Warga kembali mengadakan Audensi kedua Sabtu (7/11/2020) di Balai Desa Paowan Namun sayang Audiensi kedua tak sesuai harapan Warga Dikarenakan Kepala Desa Paowan Saiful Hadi S.Pd tak hadir dalam acara tersebut.

” Kami sangat kecewa waktu itu, kami juga ada kegiatan masing – masing tapi kami utamakan acara Audensi kedua tersebut hadir untuk menyelesaikan problem Antar pihak Desa dan Masyarakat Paowan, namun sayang Kepala Desa tak mau datang sepertinya tak menganggap kami sebagai warganya dan tak bisa diajak baik – baik,” Ujar Jhoniadi selaku Panitia Audensi. Sabtu (5/12/2020).

Setelah Audensi kedua dilakukan semenjak itu Kepala Desa Paowan Saiful Hadi S,Pd. Tak pernah Masuk Kantor bahkan sudah hampir sebulan Kepala Desa Paowan tak terlihat batang hidungnya.

Konon tersiar Isu puluhan warga mendatangi Ke balai Desa Paowan guna meminta pertanggungjawaban Puluhan sewa mobil yang diduga di sewa oleh Kepala Desa Paowan. Bukan hanya itu saja bahkan ada warga dari Dusun Karang Geddang mendatangi Kantor Desa Paowan guna meminta pertanggungjawaban kepada Sekdes Paowan Muhammad Faisol karena pengurusan sertifikat yang tak kunjung selesai dan sudah membayar Rp. 2,5 Juta Rupiah untuk biaya Pengurusan Sertifikat.

Sedangkan saat ditemui Kepala Desa di sebuah Warkop (warung kopi) di daerah Desa Wringin Anom Kepala Desa mencoba menghindar dan tidak mau dikonfirmasi, sampai berita ini diterbitkan kepala desa tetap bungkam seribu bahasa ( Min )

Previous

Pemuda Pancasila Kabupaten Mojokerto Resmi Dukung IKBAR

Oknum ASN KUA Jatibanteng Diduga Tak Netral, Bupati LSM Lira Minta Bawaslu Usut Tuntas

Next

Tinggalkan komentar