Hindari Konflik Antar Kades, Pemda Bondowoso Diminta Putuskan Jadwal Pilkades 2021

| | ,

Hindari Konflik Antar Kades, Pemda Bondowoso Diminta Putuskan Jadwal Pilkades 2021

Bondowoso, Miris.id – BPD Belum Kirim Surat Pemberitahuan Batas waktu jabatan Kades, Camat Tenggarang, Jakfar Sodik dalam tanggapannya mengatakan,” Dalam 2021 ini, ada dua jabatan Kades berakhir, pertama berakhir pada Juni dan kedua Desember.

Kades Alas Sumur, Totok menjelaskan,” 20 Kades pastinya mereka tidak mau, kita perwakilan Kades berharap kebijakan Pemkab menyikapi dua pandangan itu, bagi mereka yang jabatannya berakhir Desember 2021, jelas tidak mau laksanakan Pilkades bulan Juni atau Mei, pasti itu.
Dasarnya teman – teman itu minta kebijakan, karena enam tahun silam pilihannya Ya aeperti itu, jika berakhir Juni ya Juni kemarin, berakhir Desember ya Desember kemarin, dan tentunya Pemkab harusnya punya jadwal, jadi itu maunya teman – teman itulah yang harus dilaksanakan.
Kalau kades yang Juni dan Desmber jadi satu, pasti masing – masing pihak akan meminta kebijakan masing – masing”, terang Totok.

Camat Tenggarang Jakfar Sidik dalam tanggapannya di rumah dinasnya mengatakan,” Sebenarnya memang harus ada solusi namun jika dilaksanakan Mei 2021 ini, pastinya pada saat ini sudah mulai ada tahapan – tahapan Pilkades, namun tahapan itu tidak ada, dan kami menunggu keputusanndari pemerintah daerah:, ujarnya.

Kerika disinggung surat dari BPD tentang pemberitahuan berakhirnya masa bhakti Kades, Camat Tenggarang mengatakan,” Memang diakui jika GOD belum kirim surat pemberitahuan tersebut, maka dari itu, hari ini saya kumpulkan semua BPD untuk membahas hal itu”, Katanya

Hal terkait BPD, Jamin selaku Kades Trebungan kecamata Taman Krocok edan Symsuri selaku Kades Kapuran kecamatan Wonosari, mengakui jika BPD belum kirim surat pemberitahuan berakhirnya jabatan Kadea, seharusnya itu sudah dilakukan maka bisa jadi dasar untuk segera melaksanakan Pilkades, entah ada apa itu tidak dilakukan”, keluhnya.

Kades Plalangan kecamatan Cermee dalam tanggapannya mengatakan,” Perbedaan sudut pandang kades ini hanya bisa selesai jika Pemerintah daerah sudah berikan keputusan jadwal Pilkades.
Namun bagi saya pribadi, mau kapanpun dilaksanakan jika itu keputusan, pasti kita taat hukum dan aturan.
Seperti hanya Kades Cermee Sutrisno, dirinya wajar jika tetap laksanakan Pilkades September 2021 bukan karena arogan akan tetapi dirinya merasa dirugikan jika harus berhenti saat mencalonkan diri lagi, yang artinya 6 bulan kedepan sudah tidak bisa makanan tugasnya.
Sementara Lukman Kasi yang membidangi hal ini mengatakan,” Menunggu kajian dari para pengambil kebijakan dulu “, jawabnya melalui pesan WA kepada Miris.id.
Dipastikan sampai belum ada keputusan jadwal Pilkades 2021 dari pemerintah daerah, bisa timbulkan konflik antar Kades sehingga hal ini segera ada dipastikan.(Cipto)

Previous

Polemik Pengesahan RAPBD Situbondo Tahun 2021 Akan Akan Menemukan Titik Terang

Setelah Dipanggil Inspektorat, Akhirnya Kades Dan Sekdes Paowan Masuk Kantor

Next

Tinggalkan komentar