Hadiri Bimtek Madin, Kepala Kemenag Bondowoso Tanggapi Penganak Tirian Pendidikan Madin.

| | ,

KEPALA KEMENAG BONDOWOSO HADIRI PEMBUKAAN BIMTEK UNTUK FKDT TLOGOSARI DI YAYASAN AL IKHSAN M.I MAMBAUL ULUM DESA SULEK.


BONDOWOSO, Miris.id – Kepala Kementerian Agama Bondowoso Drs. Solihul Kirom, M.P.,M.M., hadiri pembukaan Bimtek Pengelolaan Administrasi Lembaga Madrasah Diniyah Takmiliyah Tahap 1 di Yayasan Al Ikhsan Madrasah Ibtidaiyah Mambaul Ulum desa Sulek kecamatan Tlogosari.

Hadir pula pada acara ini, ketua DPD Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Bondowoso Bahrul, S.Pd.i., Kasi PD Pontren Kementrian Agama Bondowoso Ali Mansur, Ketua DPC FKDT kecamatan Tkogosari Busro Lana, Kasi Pendidikan Karakter Diknas Bondowoso Hany Rahmawati, dan ketua Yayasan Yayasan Al ikhsan Madrasah Ibtidaiyah Mambaul umum.

Dijadwalkan Bimtek dilaksanakan selama satu bulan di 23 titik di wilayah kabupaten Bondowoso, ditandai dengan dibukanya Bimtek untuk wilayah DPC FKDT kecamatan Tlogosari di Sulek diikuti 49 orang peserta yang merupakan ketua Madrasah Diniyah Se-Kecamatan Tlogosari.

Kepala Kemenag Bondowoso mengatakan,” Dengan Bimtek ini diharapkan, pengelolaan adminstrasi Madin ke depan bisa menjadi baik“, katanya.

Disinggunng tentang penganak tirian pemerintah terhadap pendidikan Non Formal Madin yang disampaikan ketua FKDT Bondowoso, Kepala Kemenag menjelaskan,” Pemerintah bukan menganak tirikan pendidikan Non Formal seperti Madin (Madrasah Diniyah) akan tetapi ini adalah skala prioritas antara pendidikan Non formal dan pendidikan formal.

Maka solusinya, karena Madin ini sebagai mitra dari pemerintah, tentunya pemerintah harus bisa mendorong dan memfasilitasi kebutuhan Madin“, terang Drs.Solihul Kirom.

Mengawali pembukaan Bimtek, Kepala Kemenag kepada peserta menyampaikan,” Di madrasah inilah tempat penggodokan manusia yang bermartabat dan berkarakter, meskipun sejak proses kehamilan hingga dilahirkan sudah memiliki karakter.

Agar jadi anak soleh dan sholeha maka anak kita harus di didik dengan baik dan benar, apalagi kota Bondowoso adalah kota yang Islami dan perlu dijaga.

Pada kebijakan dalam pembangunan agama mempunyai peranan penting sebagai landasan spiritual, moral dan etika 0dalam hidup dan kehidupan umat manusia.

Seperti halnya pada saat ini HP androit lebih cenderung kepada hal negatif dimana kecanggihan info kejadian baik yang positif dan negatif bisa dilihat sehingga wajib untuk dikontrol.

Ketua DPD FKDT Bondowoso Bahrul dalmmketerangannya kepada wartawan mengatakan,” Pemerintah memang memperhatikan tapi kurang diperhatikan dengan maksimal.

Bukan hanya di kabupaten Bondowoso akan tetapo juga terjadi di kabupaten lainnya juga seperti ini.

Tadi saya sampaikan terkait perhatian pemerintah tentang kebijakan, seperti Perda Madin sampai saat ini belum selesai, kalau selesai kita enak dan untuk Perbupnya sudah ada, Jadi kami juga menunggu Perda dari Propinsi“,kata Bahrul.

Kepala Kemenag Drs. Solihil Kirom berharap dsngan Bimtek ini Madin semakin semangat dan maju sehingga nantinya bisa menelorkan anak didik yang berahlakul Kharimah, leboh handal, dan lebih maju lagi.(Cipto)

Previous

Aksi Giat Sosial RT.01 RW.20 Kelurahan Mimbaan Untuk Kurangi Stress Masa Pandemi.

Jalan Provinsi Di Kabupaten Situbondo Rusak, Masyarakat Pengguna Jalan Dihimbau Untuk Waspada

Next

Tinggalkan komentar