Giat Bupati Ngantor Di Balai Desa Paowan, Warga Minta Bupati Nonaktifkan Kades

| |

TAK BISA BUKTIKAN REKOM PENONAKTIFAN SYAUFUL HADI SEBAGAI KADES PAOWAN, Plt.CAMAT PANARUKAN SIAP MENGUNDURKAN DIRI.

SITUBONDO, Miris.id – Sebelum Bupati tiba di balai desa Paowan kecamatan Panarukan dalam program Bupati Situbondo ngantor, suasana jadi memanas ketika dua warga setempat minta Plt. Camat Panarukan Syaiful Bari, S.Sos.M.M., diminta jawabannya terkait SK Penonaktifan Kades dan Sekdes Paowan yang tidak terealisai.

Ketika itu Plt. Asisten 1 Sofwan Hadi, Irban l Inspektorat Pemkab Situbondo Puguh sedang menuggu Bupati Karna Suswandi yang rencananya datang ke balai desa Paowan dalam rangka sosialisai program Bupati ngantor di balai desa.

Ada moment menarik dan lucu, Sekdes Paowan Muhammad Faisol terkesan menyembunyikan alias kabur dari kegiatan Bupati ngantor di kantor desa Paowan.

Ketika itu Bronto dan Jonaidi warga Paowan bersitegang dengan Plt.Camat Panarukan Syaful Bari, S.Sos.,M.M., disebuah ruangan kantor desa.

Bronto kepada Camat Panarukan ” Kami meminta ketegasan dan alasan Muhammad Faisol masih bertugas di desa Paowan, sudah jelas SK Penonaktifannya terbit pada September 2019.

Sk tersebut direkomendasi pimpinan daerah Situbondo melalui Sekda Syaifullah yang menurut kami ini skenario untuk mengelabui kami dengan menciptakan kepercayaan kepada kami bahwa M.Faisol telah dinonaktifkan.

Saya mengendus jika ini hanya akal – akalan, karena jika Camat serius dan gentlement, maka bukti SK penonaktifan kedua pejabat desa ini pasti bersamaan terbit, bukan hanya SK untuk Sekdes.

Bronto mendesak Plt.Camat supaya tegas dalam merekom penonaktifan Syaiful Hadi, S. Pd sebagai kepala desa kepada Bupati Situbondo Drs.Karna Auswandi , M.M. yang sudah kami adukan secara tertulis ” katanya berapi – api.

Bronto kepada Plt. Camat Panarukan ” Dikemanakan DD nya apa perlu saya hadirkan 91 warga yang tidak menerima salah satu program bantuan dimana jelas bahwa mereka adalah orang tidak mampu dan penerima hak.

Saya tidak ada kepentingan dengan ini bahkan saya tidak minta uang apapun karena saya ihklas dan saya berdiri disini atas nama masyarakat yang tidak mampu ”

Lebihnya lagi, Bronto siap berdebat langsung dengan Sekda dihadapan Bupati, namun hal itu diminta untuk tidak dilakukan oleh Plt Camat.

Di ruang yang sama, Jhoniadi kepada pendamping DD desa Paowan minta kejelasan, kenapa keuangan DD bisa jebol dan uang tersebut dikemanakan karena ini uang rakyat dan negara bisa dirugikan “, tegasnya dihadapan Plt. Camat Panarukan, Bronto, dan LSM Investigasi.

Jhonaidi saat ditemui mengatakan ,” Sebenarnya SK penonaktifan Sekdes Paowan Muhammad Faisol terbit pada September 2019 atas dasar pengajuan kami melalui Camat dan telah direkomendasi oleh Sekda kepada Bupati Situbondo (Almr) Dadang Wigiarto, S.H. ketika masih menjabat
Dengan terbitnya SK penonaktifan hanya untuk Sekdes, maka kami yakin bahwa untuk Kades tidak direkom Camat sehingga SK daei Bupati Situbondo (Waktu dijabat Dadang Wigiarto) hanya untuk Sekdes, pasti ada kong kalikong “,
ujar Jhoniadi.

Dihadapan Camat Jhoniadi dan Bronto , kepada pendamping DD Paowan menanyakan keuangannya dikemanakan dan kenapa bisa jebol, lalu diserap untuk apa saja karena ini uang rakyat.

” Kami selaku warga memiliki alasan jelas meminta penonaktifan Syaiful Hadi sebagai Kades Paowan karena kami punya dasar beberapa dugaan penyalah gunaan jabatan selama menjabat “

Plt Camat Panarukan saat diminta keterangannya dihadapan Bronto mengatakan ,” Jika dalam 10 hari kedepan tidak bisa membuktikannya, maka saya siap mngundurkan diri secara tertulis sebagai Plt.Camat namunakan saya pelajari terlebih dahulu dan jika ditemukan penyimpangan fatal maka saya paatikan untuk ditindak lanjut “, terangnya.

Plt. Camat panarukan berjanji kepada dua warga Paowan akan merekomendasi penonaktifan Kades Saiful Hadi dan berjanji dalam waktu 10 hari kedepan akan membuktikan untuk merekom pemberhentian Syaiful Hadi ke Bupati Situbondo.Cipto

Previous

Terkait Dugaan Pemalsuan Merk Bibit BISI, Dinas Pertanian Kabupaten Situbondo Sigap Tindaklanjuti

APBDes Lelet, DD Tahap 1 Belum Cair, BLT DD Dipertanyakan Masyarakat Kapan Disalurkan

Next

Tinggalkan komentar