Catatan Dinkes Bondowoso Angka Kematian Ibu Hamil Dan Bayi Bondowoso Meningkat

| | ,

Catatan Dinkes Bondowoso Angka Kematian Ibu Hamil Dan Bayi Bondowoso Meningkat

Bondowoso ( Miris.id)- Angka kematian ibu hamil dan angka kematian bayi 2020 di Kabupaten Bondowoso Jawa Timur meningkat dari tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso, Mohammad Imron, (8/2/2021) mengatakan, penyebab kematian ibu terbanyak, akibat pendarahan dan keracunan kehamilan juga ada beberapa kasus yakni penyebab kematian ibu hamil juga disebabkan karena terpapar covid-19, ibu tersebut meninggal dunia karena penyakit penyerta. namun beruntung bila anaknya berhasil diselamatkan.

Sedangkan untuk kematian anak, lanjut Imron sebanyak 168 kasus atau 15,6/1000 kelahiran hidup. Rentang usia kematian bayi antara 0-11 bulan 29 hari. Paling banyak pada masa Neonatal atau 0-6 hari, yakni 110 kasus, Sedangkan Jumlah kematian ibu pada 2020 kata Imron, sebanyak 19 kasus atau 177,4/100.000 kelahiran hidup.

“Kematian pada bayi dipicu oleh sejumlah masalah kesehatan,Paling banyak kematian bayi disebabkan karena berat badan lahir rendah di bawah 2,5 kilogram dengan jumlah 83 kasus. Kemudian, disusul Asfiksia sebanyak 29 kasus,” ujarnya.

Menurutnya, Imron menuturkan, masa kasus kematian ibu pada 2020, yakni pada saat hamil 7 kasus , bersalin 6 kasus, dan nifas 6 kasus.Penyebab lain, infeksi ada 4 kasus, jantung 2 kasus, emboli 1 kasus, dan Acute Fatty Liver of Pregnancy (AFLP) 1 kasus.

Penyebab lain diantaranya, kelainan bawaan, infeksi, pneumonia dan diare,” terangnya. Data bayi lahir hidup pada 2019 sebesar 10.838 jiwa dan sebanyak 10.710 jiwa di 2020.”Pada 2019, kematian ibu berjumlah 14 kasus (129,2/100.000 kelahiran hidup) dan kematian bayi sebanyak 155 kasus (14,3/1000 kelahiran hidup).

Menurutnya, jumlah tenaga kesehatan yang bertugas menolong persalinan masih kurang. Tak hanya itu, sarana prasarana untuk fasilitas persalinan di puskesmas dan rumah sakit milik pemkab Bondowoso juga terbilang masih banyak yang haris dilengkapi.

“Kalau di rumah sakit sarana prasarana yang kurang utamanya untuk penanganan berat badan lahir (BBL), masyarakat Bondowoso masih mempercayakan dukun untuk menangani persalinan. Hal itu terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat,” jelasnya.

Menirut data Dinas Kesehatan Bondowoso, dia mengungkapkan, jumlah persalinan oleh dukun berjumlah 61 orang. Jumlah dukun bayi di Bondowoso diperkirakan ratusan.

“Kendati begitu, proses persalinan oleh dukun dari tahun ke tahun mulai menurun. Hampir semua dukun bayi sudah bermitra dengan bidan. Program kami, namanya kemitraan bidan dan dukun,” pungkasnya. (edo/red)

.

Previous

Target Utama Pemdes Kalimas, Tuntaskan 850 Pemohon Program PTSL Selesai Pada Tahun 2021

Waka Polres Bondowoso Bagikan Ratusan Masker Pembagian Bersama Sat Lantas Polres Bondowoso Dan TNI

Next

Tinggalkan komentar