Tak Terima Tanah Warisan Dikuasai, Ahli Waris Gugat BPN Bondowoso

| | ,

Bondowoso, Miris.id – Agustina (65) perempuan lanjut usia warga Kauman Bondowoso, pemilik sekolah PAUD menggugat BPN Bondowoso dan PT. PTPN XI ke PTUN.

Agustina ahli waris (Almr) Karyogati menggugat BPN Bondowoso setelah mengetahui tanah warisan a/n (Almr) Karyogati kakeknya, yang berada di belakang kantor PDAM Bondowoso, tiba – tiba bisa terbit SHM (Suray Hak Milik)
tanah a/n PTPN XI tanpa diketahui pihak keluarga kami sebagai ahli waris.

Keterangan Agustina,” Saya terkejut saat BPN mengatakan jika tanah a/n kakek sudah terbit Sertifikat Hak Guna Bangunan nomor 2 atas nama PTPN XI , tertanggal 8 Juli 1997.

Sepeninggal ibu, tanah dijual kepada keponakan kakek saya, padahal yang berhak menjual adalah orang tua saya“, tuturnya.

Sigit, S.H., selaku pengacara dari Pihak Agustina mengatakan,” Tanah seluas sekitar 4.400 M2 yang berada dibelakang PDAM Bondowoso desa Sukowiryo a/n (Almr) Karyogati bisa terbit SHM nomor 5 tertanggal 31 Juli 1967.

Kasus ini terbongkar ketika klien saya minta BPN menerbitkan Sertifikat tanah yang akan akan dibangun gedung PAUD dan saya temukan fakta jika tanah warisan tersebut mutlak a/n (Almr) Karyogati sehingga Agustina selaku ahli waris melalui kami menggugat BPN ke PTUN agar mencabut SHM yang telah terbit demi hukum.

Atas gugatan tersebut, 3 orang majelis hakim PTUN Surabaya mendatangi dua lokasi berbeda, lokasi di desa Sukowiryo dan kedua di kantor kecamatan Pujer’n terangnya

Sigit kembali menambahkan,” Penggugat ingin mencari kebenaran bukti materiil.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengkonfirmasi gambar ukur yang dijadikan dasar penerbitan SHM tanah tersebut.

Kami temukan bukti Sertifikat Hak Pakai (SHP) atas nama Pemkab Jember yang digunakan sebagai kantor kecamatan Sukowono kabupaten Jember bahkan sudah dinasionalisasi menjadi PTPN.

Dulunya kecamatan Sukowono masuk wilayah kabupaten Bondowoso namun sejak 1 Januari 1929 kecamatan Sukowono dimasukkan kabupaten Jember.

Warkah pendaftaran tanah atas SHP disimpan BPN Jember yang seharusnya digunakan BPN menerbitkan SHGB tanah milik klien kami a/n Agustina.

Kami menduga jika gambar ukur tanggal 31 Maret 1927, disalah gunakan oknum BPN Jember untuk menerbitkan SHGB nomor 2.

Jika majelis hakim memenangkan penggugat, rencananya tanah akan dijual dan hasil penjualannya akan digunakan untuk pengembangan PAUD yang didirikan Agustina“, papar Sigit, S.H.

Selaku penggugat Aguatina berharap majelis hakim berlaku adil sebagai penegak keadilan dan menang jika nanti menang maka akan saya jual untuk pengembangan PAUD. (Cipro)

Previous

*PAC GP Ansor Arjasa : Sukseskan Gerakan Pasang Bendera 98 Juta selama 3 hari dalam Rangka Harlah NU*

Vaksinasi tahap pertama di Kecamatan Kapongan kepada Camat serta pegawai, Kapolsek dan anggota

Next

Tinggalkan komentar