POLSEK WRINGIN BENARKAN TELAH TANGKAP OKNUM WARTAWAN.

| | ,

POLSEK WRINGIN BENARKAN TANGKAP OKNUM WARTAWAN.

BONDOWOSO, Miris.id – Kinerja jurnalis atau wartawan kembali tercoreng ulah oknum wartawan dari media cetak mingguan lokal Bondowoso yang di OTT (Operasi Tangkap Tangan) 3 anggota Polsek Wringin saat diduga peras Kades Ampelan, Senin (15/3/2021) sekitar pukul 14.30 WIB.

Diklarifikasi tentang kejadian itu, Kapolsek Wringin AKP Sapto W mengatakan ,” Memang benar Senin (15/3/2021) saya pimpin langsung OTT (Operasi Tangkap Tangan) terhadap satu oknum wartawan media cetak mingguan Bondowoso di balai desa Ampelan kecamatan Wringin, sekitar pukul 14.30 WIB.

Modusnya, pelaku mengancam Kades Ampelan via telphone tidak akan menerbitkan berita tentang proyek DD tahun 2020 desa Ampelan, asal bayar Rp. 2,5 Juta.

Merasa diobok – obok dan hilang kesabarannya, korban melapor ke Polsek kemudian, setelah koordinasi selesai dilakukan Hb diminta mengambil uang jadi Rp. 1 Juta dan sisanya dibayar 3 hari lagi.

Mendapat kabar itupun Hb datang ke balai desa, kemudian uang diterimanya, saat itulah kita OTT.

Dari tangan Hb barang bukti uang Rp.1 Juta dan motor yang dinakinya berhasil diamankan “, terang Kapolsek Sapto melalui telphone selulernya

Ditanya tentang isu jika ada upaya dari salah satu pejabat tinggi Bondowoso yang meminta Hb agar tidak ditahan, Kapolsek Wringin menegaskan ,” Tidak ditahan bagaimana, wong semua wartawan dan LSM tahu jika OTT yang kami lakukan berdasar pengaduan kemudian diperkuat dengan beberapa bukti, ada korban, dan ada pelaku.

Kasus ini, merupakan delik aduan jadi pada saat korban memcabut laporannya, maka pelaku bisa dibebaskan dengan beberapa persyaratan “, kata Kapolsek Sapto.

Kanit Reskrim Polsek Wringin Bripka Bambang Hermanto melalui telphone mengatakan ,” Yang kami lakukan sesuai prosedur dimana dari dasar pengaduan korban Kades Ampelan, mska kami bertiga langsung tindak lanjut hingga pelaku yang merupakan oknum wartawan kami OTT.

Kepada korban, pelaku meminta uang kepada Kades Ampelan tidak akan menerbitkan berita kasus DD 2020 asal membayar Rp. 2, 5 Juta.

OTT yang kami laukan berdasar pengaduan korban dan menjalankan sesuai prosedur apalagi “, terang Kanit Bambang.

Kades Ampelan saat dikonfirmasi, dengan kesal mengatakan ,” Ketika itu saya dihubungi melalui telphone selulernya seperti ini ” Dimana Gi jangan kemana – mana saya penting, sampai saya gak kemana mana.

Hal yang dipersoalkannya yaitu DD tahun 2020 jika ada masalah dan saya bingung masalah yang mana.

Kesabaran saya ada batasnya, saya kok diobok – obok terus, makanya ambil sikap untuk mebuat efek jera “, katanya kesal.

Kini Oknum Wartawan tersebut diamankan di Polsek Wringin guna mempermudah proses pemeriksaan lebih lanjut pihak penyidik Polsek Wringin dan untuk sementara tidak bisa ditemui wartawan demi kenyamanan. (Cipto).

Previous

Salah Satu Sudut Wisata Pasir putih, Antara Harapan dan Kenyataan

Dinas Pariwisata Luruskan “Berita Agak Miring” Pembangunan Panggung Terbuka Di Wisata Pasir Putih

Next

Tinggalkan komentar