Otak Kasus Illegal Logging Kayu Hutan Sumber Wringin Bakal Diringkus

| | ,

Otak Kasus Illegal Logging Kayu Hutan Sumber Wringin Bakal Diringkus

Bondowoso, Miris.id – Kasus illegal logging 40 kayu Sono Keling milik Perum Perhutani oleh tiga tersangka warga di kecamatan Sumber Wringin kabupaten Bondowoso sudah P.21 tinggal seorang otak pelaku S akan segera di ringkus.
Ketiga tersangka diantaranya Haryanto al P.Fika (36) warga dusun Puloagung RT. 31 RW. 08 desa Sukorejo, Hartono al P.Riyan (36) warga dusun Puloagung RT.27 RW. 08 desa Sukorejo, dan Sudari al P.Yuli warga dusun Katesan RT. 34 desa Sukorejo.

Kanit Reskrim Polsek Sumber Wringin Bripka Bambang (5/01/2021) menjelaskan,” Awalnya saya menerima laporan dari Perum Perhutani RPH Tapen BKPH Wonosari jika ada pencurian kayu Sono Keling di kawasan hutan lindung milik Perum Perhutani kemudian dari dasar laporan itu, kami langsung lakukan penyelidikan dan pengintaian.

Setelah cukup bukti, pada Kamis (22/10/2020) sekitar pukul 19.30 WIB tersangka kami tangkap berikut barang bukti 40 kayu Sono Keling bebagai ukuran yang diangkut menggunakan Dhaihatsu Grand Max Nopol L 9799 NF di jalan dusun Puloagung desa Sukorejo kecamatan Sumber Wringin”, terang Kanit Reskrim Polsek Sumber Wringin.

Lanjutnya,” Kayu Sono Keling hasil curian ini diangkut tersebut, saat diperiksa ketiga tersangka tidak menunjukkan bukti dokumen.
Mereka hanya mengaku jika diperintah S, warga dusun Katesan desa Sukorejo kecamatan Sumber Wringin, agar mengirim kayu ke desa Sukowono kecamatan Pujer kabupaten Bondowoso dengan upah Rp. 500 Ribu”, imbuh Kanit Reskrim Bripka Bambang.

Disinyalir bahwa tiga tersangka ini merupakan Jaringan spesialis pelaku pembalakan kayu hutan milik Perum Perhutani dan yang pasti otak pelaku Illegal Logging ini akan segera ditangkap.

Dari dasar LP/B/21/X/2020/Jatim/Res Bwo/Sek Sbrwringin, tgl 22 Oktober 2020, ketiga tersangka terbukti melanggar pasal 83 ayat (1) a, b jo Pasal 12 huruf d an e UU RI No.8 2012 tentang pencegahan dan pemberantasan perusak hutan dengan terbukti memuat, mengangkut, menguasai, dan atau memilik hasil hutan, tanpa ijin dan tidak memiliki surat keterangan yang sah.(Cipto)

Previous

Banyuwangi Siap Lawan Virus Disease Covid-19

Kades Dan Perangkat Desa Pusing Kegiatan Pembanguanan Terkendala Covid-19

Next

Tinggalkan komentar