Benarkah Dampak Pilkada Masih Memanas, Dan Betulkah Slogan Dhika Bule Taretan Itu Hanya Mitos Belaka ?

| | ,

Benarkah Dampak Pilkada Masih Memanas, Dan Betulkah Slogan Dhika Bule Taretan Itu Hanya Mitos Belaka ?

SITUBONDO ( Miris.id ) – setelah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih hasil Pilkada 9 Desember 2020. Karna Suswandi dan Khoirani menemui petani porang di Desa Widoropayung, Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo.

Pasalnya Karna Suswandi beriniatif memasukan tanaman umbi-umbian itu ke dalam program 100 hari kerja. Melalui tanaman porang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani terutama yang memiliki lahan marginal. Dalam waktu dekat, ia akan menemui seorang pengusaha untuk membangun pabrik porang di Situbondo.

“ Tanaman Porang menurut kami bisa mempercepat pemulihan Ekonomi nasional di Masa Pandemi Covid-19, saya dan ibu Nyai Khoirani amanah akan berusaha meningkatkan kesejahteraan Petani,” Kata Bupati Terpilih Situbondo Karna Suswandi.

Menurut Bupati Situbondo terpilih yang akrab disapa Bung Karna (BK) ini selain menanam porang dirinya juga akan menanam vanili di lahan marginal. karna Selama ini, lahan tadah hujan di Situbondo hanya mengandalkan tanaman jagung.

Bahkan Karna Suswandi mengutus Ketua LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan), agar berkomunikasi dengan Dinas Pertanian untuk mengupayakan pesanggem mendapatkan jatah pupuk subsidi Pemerintah. Dikarenakan Ada ribuan masyarakat Situbondo menggantungkan hidunya sebagai pesanggem. Selama ini, para pesanggem tersebut menjadi petani yang dianak tirikan, padahal mereka juga petani yang harus mendapatkan jatah pupuk bersubsidi.

” Pemerintah hanya bisa memfasilitasi saja, Kami akan kembangkan budidaya vanili dan saya sudah punya tim ahlinya dari IPB (Institut Pertanian Bandung) yang kebetulan mereka lakukan bersama teman saya,” Ungkapnya.

Ketua LMD Situbondo, Hadi Wiyono, sangat senang dan menyambut baik inisiatif Bupati terpilih Karna Suswandi dengan adanya berbagai program tanaman untuk lahan tidur, termasuk bagi di kawasan hutan. yang luasnya ada 6.335 hektar lahan kawasan hutan siap ditanami tanaman porang.

” Kalau dulu saya berjuangan sendiri tanpa dukungan pemerintah, Dalam waktu dekat saya akan melaksanakan perintah Bupati terpilih Bapak Karna Suswandi untuk menghadap Kepala Dinas Pertanian untuk mengakses pupuk bersubsidi bagi petani hutan,” Pungkasnya.

Namun lucunya, terkait Pemerintah igin menanam Pohon Vanili dan Porang tetap tidak luput dari sindiran netizen asal Situbondo, pemilik akun Facebook Agus Isbandi menulis dalam status beranda Facebook nya.

” Saya sih gak mau ikut ikutan pusing mikirin orang yang mau tagih janji soal mau tanam PANILI apa PORANG ….!!!?

Cuma yang bikin saya bingung kenapa Inspektur Ladusing selalu minta tolong pada Syifa , padahal dia kan Polisi …!!!?
Terus yang lebih aneh lagi kenapa Syifa gak mau dipanggil anak kecil padahal dia kan memang anak kecil ?,” Tulis Agus Isbandi di dalam beranda Facebooknya dengan memberikan Video Orang Makan sebagai Pemanis Statusnya.

Hal ini jelas bahwa dampak Pilkada Situbondo 2020 belum juga selesai, dimana sindiran demi sindiran sampai berujung pelaporan masih saja dilakukan, seakan Slogan Bupati Situbondo terpilih tentang DHIKA BULE TARETAN hanyalah sebuah Mitos belaka. ( Tim ).

Previous

Distribusi Vaksin ke Puskesmas Dikawal Ketat Personil Polres Bondowoso

Anjangsana Ke 16 Komunitas APSi Group, Dilaksanakan Di Cafe Greenhouse Bersama Media Teropong Timur

Next

Tinggalkan komentar