Warga Desa Patemon Ciptakan Peluang Bisnis Ubi Madu Cilembu Peluang Bisnis

| |

Warga Desa Patemon Ciptakan Peluang Bisnis Ubi Madu Cilembu Peluang Bisnis.

Bondowoso, Miris.id – Ubi Cilembu sesuai dengan namanya, merupakan ubi rambat atau ubi jalar asal Cilembu kota Bandung, kini diminati masyarakat Bondowoso, dan beberapa kota lainnya bahkan kini jadi panganan yang dikemas dalam besek I Kg dengan harga cukup ekonomis.

Hasil penelusuran wartawan Miris.id, dikenalnya ubi ini berkat kerja keras Hosnan, warga dusun Kendal RT.4 Desa Patemon kecamatan Pakem yang merintisnya selama lebih dari 3 tahun.

Pada 3 tahun sebelumnya, Hosnan melirik ubi asal Cilembu ini bakal menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Akhirnya dengan usaha kerasnya, ubi Cilembunya kini pelanggan tetapnya tidak hanya di daerah Bondowoso, Situbondo, dan Jember, akan tetapi sudah merambas ke daerahn Madura, Bali, dan beberapa kota lainnya bahkan sempat menjadi Mitra Trans Mart selama 3 bulan.

Ketika didatangi ke rumahnya, Hosnan mengarakan,” Ubi Madu Cilembu saya rintisnselama tiga tahun lebih dan awalnya menggunakan alat oven sederhana dengan kapasitas 3 Kg.

namun setelah kebanjiran pelanggan dan pengiriman’ akhirnya saya membeli alat Oven khusus dengan kapasitas 10 Kg.

Proses pengovenan cukup sebenarnya sederhana, namun butuh ketelitian agar hasilnya bisa memuaskan keinginan pelanggan.

Sebelum dioven, ubi terlebih dahulu dipisah antara yang berukuran besar dan kecil sambil diangin – anginkan, jika perlu pakai kipas angin selama kurang lebih 10 sampai 15 hari agar madunya bisa keluar.

Ubi yang berukuran kecil inilah yang dioven sedang yang besar dijual kepada pelanggan penjual gorengan karena menurut mereka ubi ini tidak terlalu banyak memerlukan minyak goreng dan cepat matang.

Semakin lama dioven, maka semakin baik hasilnya namun harus diingat bahwa, saat proses pengovenan, ubi harus dibolak balik dan saat inilah perlu ketelitian dan tetap menjaga kestabilan suhu panasnya”, terangnya sambil menunjukkan keriga ubinya.

Lanjut Hosnan,” Kalau pengiriman ke Madura, saya rutin mengirim 4 Kwintal dengan menitipkan ke Bus Akaz jurusan Jember – Madura yang rutin sebanyak 3 kali dalam seminggu.

Pernah juga saya kirim 1 ton ke kota Bandung, namun setelah adanya virus korona, pengiriman terpaksa saya hentikan karena biaya satu kali kirim Rp. 4,5 Juta, jadi kalau dihitung maka keuntungan yang didapat amatlah kecil sekali”, terangnya.

Kalau alat oven yang saya gunakan sekarang lebih efisien dan tidak mamakan tenaga dengan kapasitas 10 Kg, kalau sebelumnya saya pakai oven kue dengan kapasitas hanya 3 Kg bahkan hasilnya kurang sempurna.
Akhirnya saya beli dengan harga Rp. 3, 5 Juta yang sekarang saya gunakan di rumah istri Bondowoso sedang yang ada di patemon, ini dari bantuan.

Sejauh ini saya mampu produksi ubi oven Cilembu sebanyak 30 Kg kepada pelanggan tetap diantaranya dari beberapa OPD Bondowoso, anggota Polri, kecamatan, Kepala desa, dan lainnya sesuai pesanan.

Ubi rambat atau jalar ini berasal dari desa Cilembu dengan ketinggian daratannya 400 M jadi ditempat ini, saya tanam ditempat sesuai dengan tempat asalnya desa Cilembu bandung jawa barat dengan ketinggian tanam diatas 350 M dan dibawah 500 M sehingga hasilnya bisa dioven.( Sucipto)

Previous

Gagalnya Plt Bupati Situbondo Divaksin Covid 19 Sinovac Karena Riwayat Operasi Ginjal, Ini Permintaan Masyarakat Situbondo

Menolak Lupa 9 Anggota KPU Pernah Dinyatakan Positif Covid 19, Kok Masih Langgar Prokes ?

Next

Tinggalkan komentar