Waw ! Tanaman Porang Ternyata Bisa Hasilkan Miliyaran Rupiah

| |

Waw ! Tanaman Porang Ternyata Bisa Hasilkan Miliyaran Rupiah

SITUBONDO (Miris.id) – respon orang nomer satu di Kabupaten Situbondo Drs. H.Karna Suswandi, M.M mendukung menanam Tanaman Porang di Kecamatan Banyuglugur tentunya sudah difikirkan matang – Matang.

tentang Tanaman Porang betul – betul bermanfaat, pasalnya, Jika dulu banyak diabaikan sebagai tanaman liar di pekarangan rumah, porang (tanaman porang) kini banyak dibudidayakan petani di sejumlah daerah. Di pasar ekspor, umbi porang yang diolah jadi tepung ini banyak dicari.

Umbi dari porang yang sering dianggap masyarakat sebagai makanan ular ini, memiliki pasar ekspor seperti Jepang, China, Taiwan, dan Korea.

Lalu apa itu porang? Porang adalah tanaman umbi-umbian dengan nama latin Amorphophallus muelleri. Di beberapa daerah di Jawa, tanaman ini dikenal dengan nama iles-iles. Porang biasanya dimanfaatkan dengan diolah menjadi tepung yang dipakai untuk bahan baku industri untuk kosmetik, pengental, lem, mie ramen, dan campuran makanan.

Dikutip dari data yang dirilis Kementerian Pertanian, jika dijadikan sebagai tanaman budidaya pertanian, keunggulan porang yakni bisa beradaptasi pada berbagai semua jenis tanah dan ketinggian antara 0 sampai 700 mdpl.

Tanaman ini juga relatif bisa bertahan di tanah kering. Umbinya juga bisa didapatkan dengan mudah, sementara tanamanya hanya memperlukan perawatan yang minim.

Kelebihan lainnya, porang bisa ditanam dengan tumpang sari karena bisa toleran dengan dengan naungan hingga 60 persen.

Bibitnya biasa digunakan dari potongan umbi batang maupun umbi yang telah memiliki titik tumbuh atau umbi katak (bubil) yang ditanam secara langsung.

Kendati begitu, tanaman ini baru bisa menghasilkan umbi yang baik pada usia di atas satu tahun sehingga masa panennya cukup lama.

Asal Masyarakat Situbondo Tahu, tentang Harga porang.

Harga umbi porang segar mencapai Rp 4.000/kg. Lalu harga porang yang sudah diolah dan siap ekspor berkisar Rp 14.000/kg. Negara tujuan ekspornya antara lain Jepang, China, Australia, dan Vietnam.

Badan Karantina Pertanian mencatat, pada tahun 2018 ekspor tepung porang mencapai 254 ton dengan nilai Rp 11,31 miliar.

Sentra-sentra pengolahan umbi porang menjadi tepung saat ini tersebar di Bandung, Maros, Wonogiri, Madiun, dan Pasuruan.

Nah sudah tahu kan tentang Manfaat menanam Tanaman Porang dan Harganya jika panen. Tentunya sangat menguntungkan bukan.

(San)

Previous

Respon Cepat Orang Nomer 1 Dikabupaten Situbondo, Perbaiki Jalan Rusak Dan Berlubang Dijantung Kota

Ucapan Terima Kasih Dari Masyarakat Untuk Bupati Bung Karna, Telah Perbaiki Jalan Rusak dan Berlubang

Next

Tinggalkan komentar