Polemik Wali Murid Dan Guru SDN 3 Jangkar Memanas

| |

Penulis : Taufik H

Polemik Wali Murid Dan Guru SDN 3 Jangkar Memanas

SITUBONDO ( Miris.id ) – Jangkar, Kamis (12/11/2020) Polemik antara Guru dan Wali Murid memang sulit di hindari, namun setidaknya Pihak Sekolah dalam hal ini Kepala Sekolah dan Ketua Komite menjadi mediator ketika ada masalah terjadi, baik masalah antar Guru. Guru dengan Siswa maupun Guru dengan Wali Murid.

Hal tersebut terjadi di SDN 3 Jangkar, masalah yang menimpa antara wali murid (Zainul) dan Guru (HRS) sampai sekarang masih belum terselesaikan, awal mula masalah terjadi saat bulan Juli 2020 lalu, saat itu siswa menempuh pembelajaran dengan Sistem Dalam Jaringan (Daring), Zainul yang mendampingi putranya mengirim hasil belajar pada HRS, lalu respon HRS sebagai Wali Kelas 2 SDN 3 Jangkar tiba – tiba menuduh Zainul via Whatsapp bahwa hasil yang dikirimkan tersebut adalah hasil dari kerjaan Zainul, itu terlihat dari tulisan yang berbeda.

” Saya langsung di tuduh bahwa tugas Daring yang dikerjakan anak saya itu yang mengerjakan saya, padahal saya sudah menjelaskan bahwa tugas itu dikerjakan oleh anak saya sendiri, Saya sebagai Wali Murid cuma mendampingi dan itupun cuma sesekali, tapi HRS tetap ngotot dengan alasan tulisan anak saya berbeda, padahal sejak naik ke kelas 2 seingat saya, anak saya belum sama sekali menjalani pembelajaran tatap muka karena kondisi pandemi, bagaimana kemudian dia (HRS) bisa menyimpulkan tulisan yang berbeda,” Ujarnya.

perlu diketahui meskipun dalam kondisi pandemi Guru seharusnya tidak hanya menjalankan sistem Daring secara murni tapi juga ada tugas untuk Kunjungan ke Rumah Siswa (Home Visit), tujuannya adalah memastikan agar Siswa sebagai peserta didik betul – betul menjalankan apa yang menjadi kewajibannya, dan perlu diingat bahwa Guru di sekolah bukan hanya bertugas sebagai Pengajar tapi juga Pendidik, artinya Guru itu tidak hanya menjalankan tugas secara normatif tapi juga harus mampu melakukan Transfer nilai – nilai moral, dan etika, sejak dini pada peserta didik.

” saya sudah mengajukan keberatan dan diupayakan ada forum klarifikasi atas tuduhan (HRS) tersebut pada Ketua Komite dan Kepala Sekolah, namun sampai saat ini belum ada tanggapan serius dari Pihak Sekolah,” Tutupnya dengan nada kesal dan kecewa.

Disisi lain Ketua Komite SDN 3 Jangkar Ahmadun ketika dikonfirmasi mengenai kejelasan kapan forum klarifikasi tersebut digelar, dia menjelaskan bahwa

” Forum Klarifikasi sudah disiapkan namun waktunya masih belum pasti karena saat itu Guru dan Kasek masih banyak kegiatan,” Ungkapnya.

Sekecil apapun masalah yang terjadi di sekolah wajib untuk ditindaklanjuti sehingga hal ini tidak berlarut dan berdampak pada timbulnya masalah yang lain, dan Pihak Sekolah jangan sekali – kali bersikap diskriminatif baik kepada Siswa maupun pada Wali Murid.

Previous

Tak Terima Dituding Lakukan Dugaan Money Politik, Ini Penjelasan Tim Kuasa Hukum Paslon 01

Miris ! Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Curah Tatal Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah

Next

Tinggalkan komentar