Miris ! Wanita Tunawicara Asal Warga Kedungdowo Hamil Sudah 7 Bulan, Tak Diakui Kekasihnya

| |

Penulis : Alwiyanto / Mindartok

Miris ! Wanita Tunawicara Asal Warga Kedungdowo Hamil Sudah 7 Bulan, Tak Diakui Kekasihnya

SITUBONDO ( Miris.id ) – begitu miris nasib seorang Wanita Tunawicara (Gangguan Berbicara) Sebut saja namanya Sumi (21 Tahun) Warga Dusun Bengko Sabe RT 001 RW 001 Desa kedungdowo Kecamatan Arjasa, Pasalnya Wanita yang memiliki gangguan dan berbicara ini memiliki kekasih Inisial JL yang 8 Bulan lalu sudah menginap dirumahnya selama satu Bulan penuh.

Kebersamaan Sumi dan JL layaknya seperti Suami Istri dimana hubungan mereka sudah sama – sama diketahui orang tua masing – masing. Namun sayang kecelakaan tak terhindari.

Pasalnya Sumi kini sedang mengandung ditemukan sudah berumur 2 Bulan dalam kandungannya pada Bulan Mei 2020, akan tetapi sang Lelaki Pujaan hatinya tak mengakuinya.

” Pertemuan Anak sana dengan JL itu saat adanya pasar malam yang diadakan di desa Kedungdowo 8 bulan yang lalu, JL sudah saya anggap anak saya sendiri meski belum menikah sudah seperti menantu, karena sudah sempat tinggal dirumah ini selama satu bulan,” Ujar Ernawati Ibu Kandung Sumi.

Ernawati (45 Tahun ) menerangkan dirinya mengizinkan JL tinggal serumah dengan anaknya karena JL berjanji akan menikahi anaknya serta menerima segala kekurangan yang anaknya miliki, namun setelah kejadian tersebut JL tak sesuai Janji yang dikatakan.

” Saya mengizinkan karena melihat anak saya bahagia bersama dengan JL , lagian JL awalnya terlihat sangat sopan sekali bahkan anak saya juga sudah sering diajak kerumahnya di Desa Kesambirampak Kecamatan Kapongan, akan tetapi setelah anak saya hamil dia tidak mau bertanggung jawab lalu saya meminta pihak Desa untuk menolong nasib keluarga saya,” Terangnya.

Ernawati hanya meminta sebagai seorang ibu hanya ingin suruh nikah secara Sirrih saja, setelah itu jika sudah tidak mau sama anaknya langsung di ceraikan asalkan status anak dikandungan tersebut memiliki status Bapak.

” Saya tidak meminta nikah sah, mungkin sulit untuk bercerai dan masih banyak syarat, saya minta hanya nikah sirrih setelah itu langsung tinggalkan sampai anak itu lahir lalu setelah itu talaq anak saya agar status anak di kandungan anak saya Sumi memiliki status Bapak ,” Ucapnya sambil menangis.

Kepala Desa Kedungdowo H. Moh Hafit membenarkan kejadian tersebut, bahwa kasus ini sudah lama sekitar 7 Bulanan dan pihak Desa sudah melakukan Secara musyawarah ke kekeluarga JL, namun tetap tidak mau.

” Kami sudah berusaha secara kekeluargaan, bahkan kami dengan bapak Kepala Dusun sudah ke kediaman Kekasihnya di Desa Kesambirampak tapi tetap tidak mengakui bahkan meminta tes DNA,” Kata Kepala Desa. Selasa (10/11/2020).

Hafit juga menjelaskan bahwa pihaknya juga tidak bisa menuntut secara hukum, karena pihak keluarga perempuan juga dinilai terlalu gegabah dan percaya memperbolehkan seorang lelaki yang belum muhrimnya tinggal satu atap dirumahnya.

” Kami sudah lakukan apapun semampu kami, akan tetapi jika melalui proses hukum kami tidak bisa karena dari pihak perempuan juga salah, karena terlalu percaya mengizinkan anaknya dengan lelaki yang belum berstatus suami istri ditempatkan satu atap dirumahnya,” Jelasnya.

saat ingin dikonfirmasi JL dikediaman nya di Desa Kesambirampak , JL dan keluarganya sedang tidak ada Di tempat sampai berita ini diterbitkan.

Sedangkan Korban Sumi saat ini masih posisi stress dan sempat ingin bunuh diri, Wanita Tunawicara ini berharap pihak DPPPA Situbondo bisa membantu menyelesaikan permasalahan ini.

Previous

PKL Makin Berkuasa Fungsikan Trotoar, Kebijakan Pemkab Situbondo Di Nilai Tak Efektif

Terkait Video Viral Paslon 01 Bagikan Uang, Ini Kata Bawaslu Situbondo

Next

Tinggalkan komentar