Menu Close

Ketua MOI Jawa Timur Road Show Ke Situbondo, Amirul Mustafa Sampaikan “Jurnalis Tanggung Jawab Perusahaan Media”

MIRIS.ID Situbondo – Jawa Timur – Pertemuan Road Show Agung Santosa yang diadakan di Situbondo ini dengan koordinator kegiatan T. Imam Riyanto, pelaksanaan acara ini bertempat di Aula Balai Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo Kota, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Minggu, (2/08/2020).

Dalam pertemuan ini dihadiri oleh Ketua Media Online Indonesia (MOI) Jawa Timur (Jatim) Agung Santosa, Komisaris Utama Miris.id Amirul Mustafa, Advokat H. Enggrit Duwi Budi Setiawan S.H, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Koordinator pelaksana kegiatan T. Imam Riyanto, Frengky Hendra Istiawan (APSI) dan beberapa para Kabiro dan Wartawan dari semua Media Online juga Media Cetak Situbondo.

Selanjutnya koordinator kegiatan T. Imam Riyanto menjelaskan pada Wartawan Media Momentum.com.

” bahwa ia berharap Media Online di Situbondo bisa kompak dan tidak ada yang membeda – bedakan antara Media Online A B C D, harus satu suara kekompakkan dan menjunjung tinggi ke Profesionalan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), saya juga berharap agar bisa terbentuk Persatuan Media Online di Kabupaten Situbondo,” jelas T. Imam Riyanto.

Kemudian menurut Ketua MOI Jatim Agung Santosa menjelaskan.

” bahwa ia berharap agar mutu Wartawan Media Oline harus lebih bermutu dalam penulisan juga Wartawan itu sendiri, serta harus bekerjasama dengan Media Cetak untuk menjalin kekompakan. Dan juga harus berkerjasama dengan Pemerintah Daerah, agar bisa tercipta hubungan yang baik,” terangnya.

” Ia juga berharap agar mutu beritanya harus sesuai Kode Etik Jurnalistik yang tidak boleh menyimpang dari aturan Undang – Undang Pers, serta harus banyak kolega – kolega agar pemberitaan bisa bermutu dan bisa mengangkat Media itu sendiri, Serta kita bisa menguatkan Medianya dan Wartawannya bila mengikuti aturan yang dibuat Dewan Pers serta juga bisa mengikuti Uji Kompentisi Wartawan (UKW) agar bisa lebih bermutu,” jelasnya.

Dalam acara Road Show ini Ketua MOI Agung Santosa menjelaskan pula dengan detail tentang aturan Media Online dan cara kita untuk mengikuti UKW, serta aturan – aturan yang diatur oleh Dewan Pers, juga Profesianal Jurnalis, sejarah pers, hukum pers, dan juga kodek etik. Hal ini agar tercipta berita yang obyektif, fair, seimbang, netral dan independen, dan harus sesuai 5W1H, agar tercipta penulisan yang bermutu.

” Saya juga ingin agar MOI di Situbondo bisa dibentuk agar bisa terjalin kekompakkan diantara Media Online yang ada di Situbondo dan juga harus menjalin hubungan dengan Media Cetak dan Pemerintah Daerah, agar tercipta motivasi – motivasi dan akan bertambah wawasan yang lebih luas, agar mutu penulisan yang baik dan bermutu, dan kita tetap harus saling menghargai pada semua Wartawan Media Online dengan Media Cetak yang Harian juga Media Cetak Mingguan,” pungkasnya.

Sedangkan Komisaris Utama PT Media Ringgit Sejahtera Amirul Mustafa yang juga selaku Aktivis Senior di kabupaten Situbondo ini menerangkan, berbicara jurnalisme antara perusahaan Berita dan Wartawan itu adalah Salah satu Kesatuan yang tidak bisa dipisah.

” perusahaan berita itu sama saja dengan perusahaan swasta dimana Seorang wartawan juga bisa di kategorikan Buruh seperti halnya buruh di perusahaan Swasta di bidang lainnya, oleh karenanya mengapa Jurnalis itu disebut Kuli Tinta,” Ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa keselamatan Seorang jurnalis serta tanggung jawab seperti Gaji pokok itu semua ditanggung oleh Perusahaan masing – masing Media.

” Dimana seorang Jurnalis yakni dari Segi Penulisan serta keselamatan dalam mencari berita seorang jurnalis adalah tanggung jawab dari perusahaan masing – masing jadi sama halnya dengan perusahaan swasta dimana kode etik dan aturan perusahaan tetap harus di ikuti oleh Buru Pekerja akan tetapi tugas dan tanggung jawab Buru Pekerja adalah semua dari perusahaan tersebut termasuk dengan kesejahteraan jurnalis di Perusahaan beritanya,” Tegasnya.

(Fr/Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *