Bus Akas Berpenumpang 14 Orang, Rute Banyuwangi – Surabaya Masuk Jurang Sedalam 20 Meter

| |

Bus Akas Berpenumpang 14 Orang, Rute Banyuwangi – Surabaya Masuk Jurang Sedalam 20 Meter

LUMAJANG ( miris.id ) ~ Sebuah bus Akas Asri jurusan Banyuwangi menuju Surabaya, yang membawa 14 orang penumpang, masuk jurang sedalam 20 meter, di jalan Nasional, Desa Wonoayu, Ranuyoso, Lumajang, Jawa Timur. Selasa (2/2/2021).

Kecelakaan tersebut bermula ketika bus yang dikendarai oleh PH (50) warga Sukoharjo, Kota Probolinggo melaju cepat di tengah kondisi cuaca yang saat kejadian dalam keadaan hujan deras.

Menurut keterangan, Bus mencoba mendahului kendaraan lain yang searah didepannya. Namun dari arah berlawanan muncul mobil yang memacu kendaraannya dengan cukup kencang.

Tak sampai menyalip, sopir bus berupaya menghindari tabrakan dengan banting stir ke arah kiri sehingga menyebabkan bus terperosok masuk ke dalam jurang sedalam 20 meter. Dugaan sementara fungsi rem tidak berjalan dengan baik di jalanan yang licin ketika berpapasan.

“Sopir bus hendak mendahului kendaraan di depannya namun karena ada kendaraan lain dari arah berlawanan, sehingga menyebabkan sopir bus banting kemudi ke kiri hingga masuk ke jurang sedalam 20 meter,” Jelas Kanit Laka Polres Lumajang Ipda Loni Roi.

Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Dari ke-14 penumpang, ada 3 penumpang yang mengalami luka-luka dan memerlukan perawatan medis terdekat sehingga dilarikan ke Puskesmas Ranuyoso

Ketiga korban tersebut yakni B (59), S (42), dan N (37). Korban rata-rata mengalami luka di bagian tangan dan kepala.

“Akibat kecelakaan ini, 3 penumpang mengalami luka. Dan saat ini sedang mendapatkan perawatan di Puskesmas Ranuyoso. Satu korban sudah boleh pulang dan diperbolehkan rawat jalan.” Pungkas Loni.

Satlantas Polres Lumajang menghimbau kepada agar hati-hati dijalan. Kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan Satlantas Polres Lumajang. Untuk evakuasi badan bus, rencananya akan dilakukan besok sembari mengumpulkan keterangan saksi.

(A.Ch)

Previous

Kepala Desa Paowan Jarang Ngantor, Netizen Menilai Pemkab Situbondo Lamban Berikan Sanksi

Kades Dan Sekdes Paowan Diduga Sindikat Modus Sewa Mobil Karena Dilaporkan Kasus Yang Sama, Benarkah ?

Next

Tinggalkan komentar