Direktur Utama Marlena Law Office & Partner ; Waspada Admin Arisol Bisa Dijerat Hukum

| |

Direktur Utama Marlena Law Office & Partner ; Waspada Admin Arisol Bisa Dijerat Hukum

SITUBONDO ( miris.id ) – Arisol ( arisan online ) memiliki beberapa istilah istilah yang harus di ketahui dalam dunia arisan online. Onel adalah sebutan bagi mereka yang mempunyai arisan online tersebut. Berdirinya arisol ini tentu atas dasar keinginan dari seorang onel ini. Kata simpelnya onel ini adalah pemilik dari arisol tersebut.

Di Indonesia, arisan sudah menjadi budaya, biasanya diadakan dalam sebuah keluarga, teman sekantor, sahabat atau teman masa sekolah dulu / grup WA. Selain menguntungkan, juga sebagai alat menjalin tali siraturahmi.

Saat ini, arisan sudah bisa dilakukan secara online dengan jangkauan yang lebih luas. Hanya bermodalkan akun sosmed pada smartphone, seseorang bisa membuka jasa arisan atau investasi online dengan cara menawarkan jasanya kepada para pengguna sosial media, dengan iming-iming keuntungan yang besar dan instan!

Bagi para pelaku kejahatan, arisan online dimanfaatkan untuk meraup keuntungan sendiri. Pada umumnya, arisan / investasi online ini hanya menawarkan berupa sejumlah uang atau emas dan tidak akan menawarkan berupa produk. Tentunya hal ini untuk mempermudah pelaku membawa kabur uang / emas dari para anggotanya.

Media untuk melakukan aksi kejahatannya biasanya di member komunitas arisan di FB, atau di aplikasi online yang saat ini sedang marak. Bisa juga pelaku memasang iklan arisan online di FB/IG.

Saat ditemui Dikediamannya di Perumahan Panji Permai Direktur Utama Marlena Law Office & Partner, Hendriyansyah SH Pengacara Muda Asal Kabupaten Situbondo menerangkan
Ciri-ciri Penipuan Berkedok Arisan atau Investasi Online.

” Biasanya pelaku akan menawarkan jasanya berupa iming-iming imbalan yang bagus seperti keuntungan / bonus / logam mulia yang besar dan instan. Memberikan informasi cara kerja yang mudah bagi calon anggota yang ingin ikut bergabung dengan arisan online, misalnya hanya tinggal mengisi nama dan nomor telepon kepada si admin. Setelah itu, calon anggota akan diperintahkan untuk mentransfer sejumlah uang yang sudah di tentukan ke rekening pelaku. Dengan begitu, orang-orang terutama kalangan wanita/ibu-ibu akan mudah tergiur dengan tawaran tersebut,” Ulasnya.

Ia juga memaparkan lebih detail prihal dunia Modus Arisol (Arisan Online).

” Setelah banyak orang yang bergabung, dan pelaku sudah meraup keuntungan dengan jumlah yang besar, pelaku akan menghilang begitu saja tanpa pesan,” Paparnya.

Lalu Hendriyansyah SH lanjut menerangkan tentang Pasal Hukum Modus Kejahatan Arisan Online (Arisol) yang marak terjadi, apalagi pada musim Pandemi Covid-19 ini marak terjadi karena keterbatasan masalah Ekonomi.

” kita bisa laporkan Perihal tersebut dengan Pasal 378 tentang Dugaan Penipuan, atau bisa juga tindak pidana penipuan sesuai dengan pasal 372 jo pasal 65 ayat (1) dan (2) KUHP,” Ujar Hendriyansyah.

Ia juga menceritakan tentang Admin Arisol ( Arisan Online ) yang divonis 2 Tahun, dikutip dari Pemberitaan Jatimnet.com, dimana Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik menjatuhkan vonis dua tahun penjara terhadap terdakwa tindak pidana penipuan dengan modus arisan online, Viva Kumala Indah Dewi Siti Purwahyuni (32) warga Desa Randuagung.

” Iya seperti yang saya baca di sebuah media online, Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sesuai dengan pasal 372 jo pasal 65 ayat (1) dan (2) KUHP. Menghukum terdakwa dengan hukuman penjara selama dua tahun,” Ujar Hendri Panggilan Akrabnya.

terdakwa dengan Empat anak itu diketahui telah menjalankan bisnis arisan online lewat facebook dengan nama Arisan Bunfa sejak November 2018 sampai – April 2019 lalu. Kemudian terdakwa yang akhirnya diamankan Polisi akibat adanya laporan 29 membernya yang merasa ditipu dan dirugikan.

Modus terdakwa dalam menjalankan aksinya dengan menawarkan ke khalayak umum melalui Facebook untuk mengajak arisan online, kemudian tersangka dengan bujuk rayunya membuat para korban tertarik mengikuti arisan tersebut.

Setelah itu para korban mentransfer sejumlah uang sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh tersangka, dimana jika para korban mentransfer sebesar Rp 1 juta, maka para korban akan mendapatkan uang senilai Rp 1,3 juta dalam kurun waktu 15-20 hari. Intinya versi – versi sih menurut kesepakatan admin Arisol itu sendiri, Setelah terdakwa menerima uang hasil setoran arisan tersebut, oleh terdakwa diputar dan tidak diberikan kepada korban yang harusnya mendapatkan bagian hasil arisan tersebut,” Tutupnya.

Advokat muda ini menghimbau kepada seluruh Admin Arisol ( arisan Online ) khususnya di kabupaten Situbondo, untuk selalu berhati – hati serta jangan sampai berurusan dengan Hukum.

” Waspada saja dan ingat keluarga, intinya hati – hati dan harus jujur karena jika sudah Berurusan dengan hukum maka harus bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya,” Tegasnya. ( Elly Mardiyana )

Previous

Peringati Hari Pers Nasional, Anjangsana Ke 17 APSi Group Diselenggarakan Bersama LPLH TN di Suboh Kecamatan Suboh

Bagikan BST Tahap ll Tahun 2021, Tanpa Hadirnya Kades Dan sekdes Paowan Sakti Mandraguna

Next

Tinggalkan komentar