Bondowoso Miris.Id – Bencana alam angin puting beliung yang menerjang ratusan rumah di Bondowoso Jawa Timur senin (11/11/2020) sore kemarin, mengakibatkan trauma bagi para korban. Bahkan puluhan rumah rusak parah.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melaporkan kondisi bencana angin kencang di Bondowoso. Tiga desa terdampak antara lain Desa Rencalongan di Kecamatan Sukosari serta Desa Gunung Anyar dan Wonokusumo di Kecamatan Tapen.

“Tiga desa di dua kecamatan yang terdampak angin kencang yang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi. Kejadian terjadi pada pada Senin (9/11) sekitar pukul 14.00 waktu setempat,” kata Raditya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/11/2020).

Pada hari ini, masyarakat Bondowoso bergotong-royong membersihkan puing-puing bangunan yang rusak dan sejumlah pohon yang tumbang.

Raditya mengimbau masyarakat untuk waspada dengan hujan intensitas tinggi yang disertai kilat, petir, dan angin kencang. Dia mengimbau agar masyarakat menghindari papan baliho atau pohon saat berteduh agar tidak tersambar petir.

Di samping itu, Raditya mengatakan, BNPB meminta masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi lainnya seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor.

Sementara BPBD Bondowoso mencatat, ada 295 KK yang terdampak kejadian ini. Kerugian materiil mencakup rumah rusak berat sebanyak 6 unit, rusak sedang 2, dan rusak ringan sebanyak 287 rumah. Ada 13 pohon tumbang di beberapa titik, sehingga menimbulkan kemacetan di ruas jalan Bondowoso dan Ijen maupun Bondowoso dan Sitobondo.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bondowoso telah melakukan penanganan darurat untuk pembersihan pohon tumbang, kaji cepat dan koordinasi lintas lembaga, seperti TNI dan Polri.

Terpisah Kepala BPBD Bondowoso Kukuh Triyatmoko saat ini menyerahkan bantuan sembako kepada korban di Desa Gunung Anyar dan dilanjutkan Desa Wonokusumo Kecamatan Tapen.

Selanjutnya, Korban terdampak lainnya di Desa Sukosari, itu dipusatkan di Pucang Anom. Dan korban bencana puting beliung juga dialami oleh warga Desa Tegaljati, Sumberwringin. kata Kukuh Triyatmoko saat dikonfirmasi.

Kukuh Triyatmoko mengatakan, akibat bencana puting beliung yang mengakibatkan ratusan rumah warga rusak, namun ada sekitar 7 rumah yang rusak parah.

“Ada 7 rumah yang rusak parah. Yang lainnya rusak ringan, dan ada yang rusak sedang,” urainya.

Di jelaskannya, bahwa setelah pemberian sembako akan dilanjutkan dengan pemberian bantuan stimulan. Akan tetapi, mengacu pada Peraturan Bupati.saat ini pihaknya masih melakukan penghitungan atau perkiraan kerugian. Dari perkiraan itu diberi stimulan 12,5 persen.

“sesuai dengan peraturan bupati, kerugiannya ditaksir Rp 20 juta, pemerintah bisa membantu itu, 12,5 persen untuk per KK itu,” ujarnya.

penulis : edo f